"Terjemahan" tag

Umberto Eco: Kita Menyukai Daftar Karena Kita Tidak Mau Mati

Daftar adalah asal kebudayaan. Ia adalah bagian dari sejarah seni dan sastra. Apa tujuan kebudayaan? Membuat ketakterhinggaan menjadi bisa dipahami. Kebudayaan juga mencipta keteraturan—tidak selalu, tapi seringkali. Dan bagaimana, sebagai manusia, seseorang menghadapi ketakterhinggaan? Bagaimana seseorang berusaha menggenggam yang-tak-terhingga?

Slavoj Žižek: Pemberontakan Kaum Borjouis Bergaji

Jutaan orang masih membeli perangkat lunak Microsoft karena Microsoft telah menetapkan dirinya sebagai standar yang nyaris universal, memonopoli pasar, sebagai salah satu perwujudan dari apa yang Marx sebut ‘kecerdasan umum’ (general intellect), yang maksudnya adalah pengetahuan kolektif dalam segala bentuknya, dari pengetahuan ilmiah hingga pengetahuan praktis bagaimana-caranya.

Ricardo Piglia: Tesis-tesis tentang Cerita Pendek

Dalam salah satu buku catatannya, Chekhov merekam sebuah anekdot: “Seorang lelaki di Monte Carlo pergi ke casino, menang sejuta, pulang, bunuh diri”. Bentuk klasik cerita pendek terdapat pada nukleus masa depannya, pada kisah yang tak tertuliskan…

Walter Benjamin: Tugas Penerjemah

Pengantar untuk Penerjemahan Tableaux Parisien-nya Baudelaire Dalam apresiasi suatu karya seni atau suatu bentuk seni, pertimbangan mengenai penerimanya tidak pernah terbukti berguna. Bukan saja referensi apapun pada khalayak tertentu atau perwakilannya menyesatkan,  melainkan…

Workshop Penerjemahan “In Praise of Copying” (Marcus Boon, 2010)

Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI publication menyelenggarakan semiloka penerjemahan buku ”In Praise of Copying” yang ditulis oleh Marcus Boon, pada tahun 2010. Semiloka ini…

Workshop Penerjemahan “The Wealth Of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom” (Yochai Benkler,2006)

Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI publication menyelenggarakan semiloka penerjemahan buku ”The Wealth Of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom” yang ditulis oleh…

Audio Archive: Penerjemahan di Indonesia

Penerjemahan di Indonesia: Sejarah dan Tantangan Kuliah Umum oleh Henri Chambert-Loir, Penyunting buku “Sadur: Sejarah terjemahan di Indonesia dan Malaysia”. Moderator: Antariksa. Diskusi dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2011. Kuliah umum dan diskusi…

SADUR: Kuliah umum oleh Henri Chambert-Loir

Jumat 11 Februari 2011: 14.00-16.00 LIP auditorium: Penerjemahan di Indonesia: Sejarah dan Tantangan Kuliah Umum oleh Henri Chambert-Loir,  Penyunting buku “Sadur: Sejarah terjemahan di Indonesia dan Malaysia” Moderator: Antariksa,  KUNCI Cultural Studies Center…

Dari “Topeng Bangsa Meksiko”, Octavio Paz

Dan bagi saya semua sikap ini, meskipun datang dari sumber yang berbeda, membuktikan hakikat “tertutupnya” reaksi kami terhadap dunia di sekeliling kami atau sesama kami. Namun mekanisme pertahanan dan pelestarian diri kami tidak…

Komunike #6

I. Salon Apokalips SELAMA tidak ada orang seperti Stalin yang menghembuskan nafasnya di tengkuk kita, mengapa tidak membuat beberapa karya seni yang dipersembahkan untuk… pemberontakan? Tidak soal kalau ini “tidak mungkin”. Apa lagi…

Workshop Penerjemahan “Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Lock Down Culture and Control Creativity” (Lawrence Lessig, 2004)

Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI menyelenggarakan workshop penerjemahan buku ” “Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Lock Down Culture…

Tiga Usia Jacques Derrida

Derrida berbicara tentang arti biografi, tuhan, filsuf perempuan, kematian, dan usia manusia dalam sebuah perbincangan dengan Kristine McKenna dari LA Weekly.

Mengkonstruksi Millenium Bug: Kepercayaan, Bahaya, dan Ketidakpastian Teknologis

1999 hendak berganti menjadi 2000. Seluruh dunia berdebar. Millenium Bug tiba katanya. Kita harus bersiap. Saat itu kami menerjemahkan esai menarik karya Jennifer Ruth Fosket dan Jennifer Fishman. Ini adalah arsip dari terjemahan…

Seminar “Purloined Letter” (Bagian I dari IV), Jacques Lacan

Telaahan kita sebelumnya telah mengantarkan kita pada suatu pemahaman bahwa dasar dari otomatisme repetisi [2] (repetition automatism) terletak pada rantai signifying yang terus bertahan.

Seminar “Purloined Letter” (Bagian II dari IV), Jacques Lacan

Dialog pertama antara Prefek Polisi dan Dupin adalah semacam dialog antara yang tuli dan yang mendengar. Dalam cerita dipaparkan bagaimana jika segala sesuatu yang biasanya disederhanakan tapi disampaikan dalam kerumitan yang riil, maka hasil yang diperoleh adalah suatu kekacauan dalam konteks komunikasi.

Seminar “Purloined Letter” (Bagian III dari IV), Jacques Lacan

Marilah kita lihat secara lebih dekat pada apa yang terjadi dengan polisi, semua prosedur pencarian sudah dilakukan dalam proses penyelidikan mereka, membagi ruang-ruang menjadi petak-petak sehingga tak ada satupun tumpukan yang tak terdeteksi.

Seminar “Purloined Letter” (Bagian IV dari IV), Jacques Lacan

Dengan ini dapat kita lihat pergeseran imajiner antar karakter, yaitu ketika Menteri terlibat hubungan narsisistik tanpa ia sadari. Dikatakan oleh narator bahwa ” Kekuasaan Menteri, demikian menurut ceritanya, tergantung pada pengetahuan pencuri atas pengetahuan si pecundang tentang sang pencuri”.

Persahabatan sebagai Jalan Hidup, Wawancara dengan Michel Foucault

T: Anda berusia 50’an. Anda juga pembaca “Le Gai Pied” yang sudah beredar selama 2 tahun belakangan. Apakah diskursus macam ini menurut Anda punya dampak positif bagi Anda sendiri? F: Bahwa majalah seperti…

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in