"Sejarah" tag
feat-LO28906_AngelusNovus

Walter Benjamin: Tentang Konsep Sejarah

I Suatu hari, seperti kita tahu,  satu automaton dibuat dengan sedemikian rupa hingga ia dapat merespon setiap langkah yang diambil oleh seorang pemain catur dengan gerak tandingan yang menjamin dimenangkannya permainan tersebut. Satu…

workshop-museum-web

Lokakarya Museum Sejarah Komunitas

Lokakarya ini bertujuan mendiskusikan capaian, arah, pendekatan, dan metode sejarah komunitas dalam berkolaborasi dengan anggota komunitas. Beberapa narasumber (di antaranya: Bambang Purwanto, Hersri Setiawan, Janet Pillai, dan Chen Yoke Pin) akan berbagi pengalaman…

gathotkacha12

Call for Participation: Workshop Sejarah Komunitas India

Proyek Sejarah Orang India di Yogya membuka kesempatan bagi publik, seniman maupun peneliti untuk bersama-sama menelusuri sejarah sosial komunitas India di Yogyakarta melalui upaya-upaya kritis, kolaboratif dan kreatif. Kegiatan yang dilakukan selama 4…

kaset

Audio Archive: Penerjemahan di Indonesia

Penerjemahan di Indonesia: Sejarah dan Tantangan Kuliah Umum oleh Henri Chambert-Loir, Penyunting buku “Sadur: Sejarah terjemahan di Indonesia dan Malaysia”. Moderator: Antariksa. Diskusi dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2011. Kuliah umum dan diskusi…

kaset1

Audio Archive: Catatan Sejarah Indonesia, Sebuah Perspektif Prancis

Diskusi “Catatan Sejarah Indonesia: Sebuah Perspektif Perancis”, 11 Maret 2009, di Auditorium Lembaga Indonesia Perancis (LIP). Diskusi ini merupakan kerjasama LIP dan KUNCI Cultural Studies Center. Pembicara: Bambang Purwanto, Remy Madinier. Makalah Remy…

mrazek_certain_age

Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual

Mrazek mewawancarai orang-orang tua terkemuka di Jakarta selama tahun 1990, 1995, dan 2000. Masa pendudukan Jepang dan sekitar kemerdekaan, dilihat Mrazek sebagai transisi dari kolonialisme ke poskolonialisme. Lantas mengapa intelektual dan kaum urban terkemuka? Mrazek berasumsi bahwa mereka adalah elit terdidik, tersentuh dengan kultur pendidikan barat dan modernitas imperial yang bersifat sekuler. Pada tahun 1930-an, jumlah mereka tidak lebih dari 0,5 persen, namun mempunyai kekuatan penentu dalam menciptakan kemerdekaan dan memaknai ruang perkotaan.

Semua Bertemu di Alun-alun Yogya: Kota Sebagai Kerja Imajinasi Bersama

Oleh Ferdiansyah Thajib Alun-alun Yogyakarta, adalah ruang di mana “semuanya” bertemu. Melampaui wujud fisiknya yang mempertemukan orang dan benda-benda, ia  menjadi simpul yang menjalin masa lalu dan masa kini. Kalau yang pertama tertanam…

Mengingat dan Melupakan

oleh Nuraini Juliastuti Tulisan ini merupakan bagian awal dari esai dengan judul yang sama “Mengingat dan Melupakan”. Versi lengkap dari esai tersebut dapat diunduh lewat link ini. 1. Soekarno bilang, “Jangan sekali-kali melupakan…

Jompet berbicara tentang Jompet

“Java’s Machine Phantasmagoria” merupakan hasil pemikiran terkini Jompet tentang Jawa, identitas, dan ‘liyan’–sebuah tema yang telah menjadi bahan bakar bagi kerja-kerja kesenimanannya selama lima tahun terakhir.

Wendelien van Oldenborgh on No False Echoes

Wendelien van Oldenborgh has been using a historical text, as well as people participation, as a basis for her art work production. In “No False Echoes”, she uses the famous text “Als Ik eens Nederlander was” (Seandainya Aku seorang Belanda) to reflect on the meaning of colonialism, and the memory relationship between the Netherlands and Indonesia.

Catatan Sejarah Indonesia: Sebuah Perspektif Perancis

Lewat karya gigantik “Nusa Jawa Silang Budaya”, Denys Lombard merupakan salah satu sejarawan Perancis yang dikagumi para intelektual Indonesia. Bagaimana ilmu sejarah Perancis berperan dalam dan berhubungan dengan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia? Remy Madinier (IRASEC/EFEO) membagi pengalamannya kepada kita semua.

Beberapa Catatan Mengenai Perkembangan Organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia Oleh BENNY G. SETIONO

Pemikiran Benny G.Setiono tentang perkembangan organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia. Pidato dibacakan pada Wertheim Lecture Universiteit van Amsterdam, Juni 2009.

Sepenggal Kisah Miss Riboet Orion dan Dardanella Oleh FANDY HUTARI

Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella. Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang…

Indis dalam Indonesia Masa Kini

Oleh Nuraini Julisatuti Sebelum Jepang datang, atau suatu periode yang disebut sebagai masa “bersiap”, secara umum bisa dikatakan bahwa golongan indo: baik mereka yang berkelahiran Eropa dan tinggal di Hindia, atau mereka yang…

Menelusuri Jejak Prancis dalam Pemikiran Historiografi Indonesiasentris

Kekosongan substantif dan metodologis dalam dalam kajian sejarah yang tidak bisa ditutup oleh referensi ilmiah berbahasa Inggris dan Belanda (acuan utama sejarah selama ini) terbukti bisa diisi oleh kehadiran buku dan monografi berbahasa Perancis. Tetapi, menurut Bambang Purwanto, hubungan ilmuwan sejarah Indonesia dan Perancis justru tidak berkembang.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in