Hot Glue: Living Community Arts – A Talk with Ben Fox

[Geser ke bawah untuk teks versi Indonesia]

Venue  KUNCI Cultural Studies Center, Jl Langenarjan Lor 17b, Panembahan, Kraton, Yogyakarta

Time: Thursday, 02 February  2012|from 17.00 ’till end

KUNCI Cultural Studies Center invites you to a talk with our Exchange Room Guest,  Ben Fox. In the open discussion he will present images and detail some key concepts he uses in his artistic endeavors with regards to community participations, space formations, and intercultural learning. Principles of holding space, slow build, social acupuncture, providing structures and getting out of the way have become some of the leading components in his engagement with arts as social practice and potential means for promoting cultural cohesion.

Ben Fox (http://benfox.com.au/) is currently establishing agile professional development programs for remote-based and intercultural practitioners. He believes the innovative and lateral strategies required for success in very remote areas can radically strengthen the arts industry. Intercultural innovation is the hallmark of Ben’s practice. He is an experienced performer, designer and artistic director who delights in site-specific art, outdoor theatre, and interactive spectacle. From 2008 to 2011 he was the Artistic Director of Wilurarra Creative, based in very remote desert Western Australia. Ben works across Australia, Asia and Europe with individuals and groups to engage networks, develop cultures and change minds.

*Free of admission

Image: A group of architecture students from Taipei, Taiwan and Ben Fox collaborate to build and dress a giant bamboo robot for a street parade. This workshop was part of a large-scale spectacle project with many groups participating

——

KUNCI Cultural Studies Center mengundang anda ke diskusi dengan tamu Exchange Room bulan Februari 2012, Ben Fox. Di acara yang terbuka untuk umum ini Ben akan mempresentasukan gambar-gambar dan beberapa konsep kunci yang ia kembangkan dalam kegiatan artistiknya yang baanyak bergerak dalam partisipasi komunitas, pembentukan ruang, dan pembelajaran interkultural. Prinsip-prinsip seperti holding space, slow build, social acupunture, penyediaan struktur dan tidak menghalangi merupakan beberapa komponen penting dalam aktivitas-aktivitasnya yang menekankan kesenian sebagai praktik sosial dan sarana yang berpotensi bagi pembentukan kohesi budaya.

Ben Fox (http://benfox.com.au/) kini sedang membangun program-program pengembangan profesi yang cocok dengan para praktis interkultural  yang bekerja di kawasan terpencil. Ia percaya bahwa strategi inovatif dan lateral dibutuhkan di kawasan terpencil  dapat menguatkan industri seni dengan cara-cara radikal. Inovasi interkultural merupakan misi utama dalam kerja-kerja Ben. Ia adalah pelaku pertujukan, desainer dan direktur artistisk yang menyukai seni yang berbasis situs, teater luar ruang, dan tontonan interaktif. Dari 2008 sampai dengan 2011, Ben bekerja sebagai Direktur Artistik untuk Wilurarra Creative, di pedalaman padang pasir Australia Barat. Ben juga beraktivitas di Australia, Asia, dan Eropa dengan individual dan kelompok dalam membentuk jaringan, mengembangkan budaya dan mengubah pola pikir.

*Gratis dan terbuka untuk umum

 

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in