Review

Andy Fuller: Memahami Seno, dan menghadapkannya dengan pascamodernisme

Click here for English article Keroncong Pembunuhan adalah sebuah cerita pendek yang ditulis di tengah 1980an. Ia berkisah tentang pembunuhan yang terjadi di tepi sebuah kolam renang. Keroncong adalah bagian penting dari kisah…

Andy Fuller: Reading Seno Against Postmodernism

Klik di sini untuk artikel dalam bahasa Indonesia   Keroncong Pembunuhan is a short story written in mid-1980s. It tells the story of a pool-side killing. Keroncong music is a vital part of…

Menari di Lantai yang Berjungkit: Problem Cara Pandang Industri Film Indonesia

Oleh: Ferdiansyah Thajib* Infrastruktur pengetahuan film Indonesia boleh bernafas sedikit lega dengan terbitnya buku Menjegal Film Indonesia yang digodok oleh tim Rumah Film sepanjang tahun lalu. Setelah beberapa terbitan yang menguraikan peta film…

Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual

Mrazek mewawancarai orang-orang tua terkemuka di Jakarta selama tahun 1990, 1995, dan 2000. Masa pendudukan Jepang dan sekitar kemerdekaan, dilihat Mrazek sebagai transisi dari kolonialisme ke poskolonialisme. Lantas mengapa intelektual dan kaum urban terkemuka? Mrazek berasumsi bahwa mereka adalah elit terdidik, tersentuh dengan kultur pendidikan barat dan modernitas imperial yang bersifat sekuler. Pada tahun 1930-an, jumlah mereka tidak lebih dari 0,5 persen, namun mempunyai kekuatan penentu dalam menciptakan kemerdekaan dan memaknai ruang perkotaan.

Kalaupun Punk Mati…

Sebagai salah satu tampilan subkultur yang kini sering diutak-atik dalam beragam laporan ”tampak muka” rubrik gaya hidup di media massa sehari-hari, punk dibaca secara nostalgis dalam hubungannya yang selalu serba salah di hadapan…

Jompet berbicara tentang Jompet

“Java’s Machine Phantasmagoria” merupakan hasil pemikiran terkini Jompet tentang Jawa, identitas, dan ‘liyan’–sebuah tema yang telah menjadi bahan bakar bagi kerja-kerja kesenimanannya selama lima tahun terakhir.

Wendelien van Oldenborgh on No False Echoes

Wendelien van Oldenborgh has been using a historical text, as well as people participation, as a basis for her art work production. In “No False Echoes”, she uses the famous text “Als Ik eens Nederlander was” (Seandainya Aku seorang Belanda) to reflect on the meaning of colonialism, and the memory relationship between the Netherlands and Indonesia.

Perlahan adalah Kecepatan yang Baru

Oleh Ferdiansyah Thajib Terkesan seperti sebuah slogan iklan komoditas gaya hidup, judul tulisan di atas adalah bagian dari ungkapan yang muncul dari pergeseran pemaknaan global atas cepat/lambat. Keduanya acap disandingkan, bahkan dipertentangkan, sebagai…

Homoseksualitas Indonesia di Persimpangan “Djalan Sampoerna”

Oleh Ferdiansyah Thajib Pada tahun 2008, Penerbit Mimbar menerbitkan ulang naskah garapan Amen Budiman yang berjudul Jalan Hidupku: Autobiografi Seorang Gay Priyayi Jawa Awal Abad XX yang pernah diterbitkan oleh Penerbitan Apresiasi Gay…

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in