Articles

Di Kereta Pramex, 08 Mei 2011

Minggu 8 Mei 2011, sekitar jam 16.00 saya melakukan perjalanan Solo-Yogya dengan Kereta Ekspress Pramex. Saya duduk di ujung gerbong kedua dari belakang,  dekat pintu yang menghubungkan gerbong terakhir dan gerbong tersebut. Sore…

Catatan atas Catatan Perang Hari Ini

oleh Nuraini Juliastuti Saya akan berbicara tentang perang nilai. Tulisan ini adalah kompilasi catatan yang saya kumpulkan dari penggalan-penggalan peristiwa dan ingatan-ingatan pribadi saya atas hal-hal yang saya kategorikan sebagai perang nilai itu….

Video Activism and Online Distribution in Post-New Order Indonesia

On the second day of Video Vortex at the Trouw in Amsterstam, Nuraini Juliastuti and Ferdiansyah Thajib explored how video activist in Indonesia, appropriate a variety of distribution strategies. The began with a…

Dari “Topeng Bangsa Meksiko”, Octavio Paz

Dan bagi saya semua sikap ini, meskipun datang dari sumber yang berbeda, membuktikan hakikat “tertutupnya” reaksi kami terhadap dunia di sekeliling kami atau sesama kami. Namun mekanisme pertahanan dan pelestarian diri kami tidak…

Dilarang Men-chas HP Disini!…

Oleh Yuli Andari Merdikaningtyas Sejak dulu, Pondok Pesantren Banu Sanusi telah dikenal sebagai tempat untuk orang yang ingin belajar ilmu kitab agama Islam di Lombok. Namun seiring dengan perkembangan zaman, pondok ini mulai…

Komunike #6

I. Salon Apokalips SELAMA tidak ada orang seperti Stalin yang menghembuskan nafasnya di tengkuk kita, mengapa tidak membuat beberapa karya seni yang dipersembahkan untuk… pemberontakan? Tidak soal kalau ini “tidak mungkin”. Apa lagi…

Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya

Berikut adalah wawancara versi lengkap Shobhan Saxena dengan Slávoj Zizek, “Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya” (versi yang belum disunting oleh The Times of India), yang diterjemahkan dari versi yang…

Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual

Mrazek mewawancarai orang-orang tua terkemuka di Jakarta selama tahun 1990, 1995, dan 2000. Masa pendudukan Jepang dan sekitar kemerdekaan, dilihat Mrazek sebagai transisi dari kolonialisme ke poskolonialisme. Lantas mengapa intelektual dan kaum urban terkemuka? Mrazek berasumsi bahwa mereka adalah elit terdidik, tersentuh dengan kultur pendidikan barat dan modernitas imperial yang bersifat sekuler. Pada tahun 1930-an, jumlah mereka tidak lebih dari 0,5 persen, namun mempunyai kekuatan penentu dalam menciptakan kemerdekaan dan memaknai ruang perkotaan.

Mereka bilang, Geng Nero memukuli korbannya di Gang Cinta

Oleh Nuraini Juliastuti Dengan niatan untuk membuat cerita tentang Geng Nero, kami pergi ke Yuwana. Ada dua pertanyaan yang ingin kami jawab. Pertama, hal-hal apa yang mendorong mereka untuk merekam kekerasan yang mereka…

Semua Bertemu di Alun-alun Yogya: Kota Sebagai Kerja Imajinasi Bersama

Oleh Ferdiansyah Thajib Alun-alun Yogyakarta, adalah ruang di mana “semuanya” bertemu. Melampaui wujud fisiknya yang mempertemukan orang dan benda-benda, ia  menjadi simpul yang menjalin masa lalu dan masa kini. Kalau yang pertama tertanam…

About a movement that’s starting to bubble, getting caught with trousers down, and some other things.

(untuk versi bahasa Indonesia, klik di sini) Addictive TV is a duo of  multimedia artists from London. They use music and video remixes almost in all of their gigs. On 4 December 2009,…

Mengingat dan Melupakan

oleh Nuraini Juliastuti Tulisan ini merupakan bagian awal dari esai dengan judul yang sama “Mengingat dan Melupakan”. Versi lengkap dari esai tersebut dapat diunduh lewat link ini. 1. Soekarno bilang, “Jangan sekali-kali melupakan…

Ide Skripsi #1

Ide Skripsi adalah majalah yang didedikasikan untuk membantu mahasiswa-mahasiswa yang sedang mencari tema tugas akhirnya. Pada edisi Ide Skripsi pertama ini menampilkan artikel-artikel yang mungkin akan menginspirasi para mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi untuk…

Tiga Usia Jacques Derrida

Derrida berbicara tentang arti biografi, tuhan, filsuf perempuan, kematian, dan usia manusia dalam sebuah perbincangan dengan Kristine McKenna dari LA Weekly.

Slavoj Žižek – Q&A

Wawancara Rosanna Greenstreet dengan Slavoj Žižek; tentang cinta, seks, bau pohon yang membusuk, dan sebuah rahasia.

Alternative Space as New Cultural Movement : Landscape of Creativity

by Nuraini Juliastuti This paper was presented in “Indonesia 10 Years after” conference, which was held on 22-23 May 2008 in the East India House, University of Amsterdam. The conference was organized by…

Putih

Oleh Yuli Andari M. Sejak kecil saya telah menyukai pantai. Bila ada kesempatan di akhir pekan, saya menyempatkan diri ke pantai bersama teman-teman atau kerabat. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di pantai dengan berbagai…

Jompet berbicara tentang Jompet

“Java’s Machine Phantasmagoria” merupakan hasil pemikiran terkini Jompet tentang Jawa, identitas, dan ‘liyan’–sebuah tema yang telah menjadi bahan bakar bagi kerja-kerja kesenimanannya selama lima tahun terakhir.

Wendelien van Oldenborgh on No False Echoes

Wendelien van Oldenborgh has been using a historical text, as well as people participation, as a basis for her art work production. In “No False Echoes”, she uses the famous text “Als Ik eens Nederlander was” (Seandainya Aku seorang Belanda) to reflect on the meaning of colonialism, and the memory relationship between the Netherlands and Indonesia.

The Tielman Brothers, Sebuah CD, dan Kearsipan Kita Oleh EKKY IMANJAYA

“Halo Amsterdam,” sapa Andy Tielman kepada ribuan warga Belanda. Massa pun menyambut dengan tepuk sorak. Dan Rayuan Pulau Kelapa pun terlantun dari mulutnya, diiringi Rene Van Barneveld (alias Tres Manos dari Urban Dance…

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in