Articles

Flanerie Archive: Kuncen Collection

by Andy Fuller The market is set back around 15 meters from the road. In front of it, there is a large space for a carpark, which on this afternoon is largely being…

Umberto Eco: Kita Menyukai Daftar Karena Kita Tidak Mau Mati

Daftar adalah asal kebudayaan. Ia adalah bagian dari sejarah seni dan sastra. Apa tujuan kebudayaan? Membuat ketakterhinggaan menjadi bisa dipahami. Kebudayaan juga mencipta keteraturan—tidak selalu, tapi seringkali. Dan bagaimana, sebagai manusia, seseorang menghadapi ketakterhinggaan? Bagaimana seseorang berusaha menggenggam yang-tak-terhingga?

Slavoj Žižek: Pemberontakan Kaum Borjouis Bergaji

Jutaan orang masih membeli perangkat lunak Microsoft karena Microsoft telah menetapkan dirinya sebagai standar yang nyaris universal, memonopoli pasar, sebagai salah satu perwujudan dari apa yang Marx sebut ‘kecerdasan umum’ (general intellect), yang maksudnya adalah pengetahuan kolektif dalam segala bentuknya, dari pengetahuan ilmiah hingga pengetahuan praktis bagaimana-caranya.

Andy Fuller: Memahami Seno, dan menghadapkannya dengan pascamodernisme

Click here for English article Keroncong Pembunuhan adalah sebuah cerita pendek yang ditulis di tengah 1980an. Ia berkisah tentang pembunuhan yang terjadi di tepi sebuah kolam renang. Keroncong adalah bagian penting dari kisah…

Andy Fuller: Reading Seno Against Postmodernism

Klik di sini untuk artikel dalam bahasa Indonesia   Keroncong Pembunuhan is a short story written in mid-1980s. It tells the story of a pool-side killing. Keroncong music is a vital part of…

AbdouMaliq Simoné: Hantu-hantu Tebet

Saya tinggal di lingkungan menengah ke bawah yang  berlokasi di  pusat Jakarta. Tebet adalah lorong padat dengan jalan-jalan kecil yang kebanyakan disarati oleh paviliun-paviliun untuk satu keluarga. Awalnya ia dikembangkan sekitar lima puluh…

Walter Benjamin: Tugas Penerjemah

Pengantar untuk Penerjemahan Tableaux Parisien-nya Baudelaire Dalam apresiasi suatu karya seni atau suatu bentuk seni, pertimbangan mengenai penerimanya tidak pernah terbukti berguna. Bukan saja referensi apapun pada khalayak tertentu atau perwakilannya menyesatkan,  melainkan…

An Unfinished Story of the Source of Good Food

The fridge in my house in Surabaya is perpetually in a state of chaos. To describe it succinctly, it resembles a repository where a jumble of different kinds of food wrapped in plastic…

Catatan atas Catatan Perang Hari Ini

oleh Nuraini Juliastuti Saya akan berbicara tentang perang nilai. Tulisan ini adalah kompilasi catatan yang saya kumpulkan dari penggalan-penggalan peristiwa dan ingatan-ingatan pribadi saya atas hal-hal yang saya kategorikan sebagai perang nilai itu….

Video Activism and Online Distribution in Post-New Order Indonesia

On the second day of Video Vortex at the Trouw in Amsterstam, Nuraini Juliastuti and Ferdiansyah Thajib explored how video activist in Indonesia, appropriate a variety of distribution strategies. The began with a…

Dari “Topeng Bangsa Meksiko”, Octavio Paz

Dan bagi saya semua sikap ini, meskipun datang dari sumber yang berbeda, membuktikan hakikat “tertutupnya” reaksi kami terhadap dunia di sekeliling kami atau sesama kami. Namun mekanisme pertahanan dan pelestarian diri kami tidak…

Komunike #6

I. Salon Apokalips SELAMA tidak ada orang seperti Stalin yang menghembuskan nafasnya di tengkuk kita, mengapa tidak membuat beberapa karya seni yang dipersembahkan untuk… pemberontakan? Tidak soal kalau ini “tidak mungkin”. Apa lagi…

Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya

Berikut adalah wawancara versi lengkap Shobhan Saxena dengan Slávoj Zizek, “Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya” (versi yang belum disunting oleh The Times of India), yang diterjemahkan dari versi yang…

Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual

Mrazek mewawancarai orang-orang tua terkemuka di Jakarta selama tahun 1990, 1995, dan 2000. Masa pendudukan Jepang dan sekitar kemerdekaan, dilihat Mrazek sebagai transisi dari kolonialisme ke poskolonialisme. Lantas mengapa intelektual dan kaum urban terkemuka? Mrazek berasumsi bahwa mereka adalah elit terdidik, tersentuh dengan kultur pendidikan barat dan modernitas imperial yang bersifat sekuler. Pada tahun 1930-an, jumlah mereka tidak lebih dari 0,5 persen, namun mempunyai kekuatan penentu dalam menciptakan kemerdekaan dan memaknai ruang perkotaan.

Semua Bertemu di Alun-alun Yogya: Kota Sebagai Kerja Imajinasi Bersama

Oleh Ferdiansyah Thajib Alun-alun Yogyakarta, adalah ruang di mana “semuanya” bertemu. Melampaui wujud fisiknya yang mempertemukan orang dan benda-benda, ia  menjadi simpul yang menjalin masa lalu dan masa kini. Kalau yang pertama tertanam…

About a movement that’s starting to bubble, getting caught with trousers down, and some other things.

(untuk versi bahasa Indonesia, klik di sini) Addictive TV is a duo of  multimedia artists from London. They use music and video remixes almost in all of their gigs. On 4 December 2009,…

Mengingat dan Melupakan

oleh Nuraini Juliastuti Tulisan ini merupakan bagian awal dari esai dengan judul yang sama “Mengingat dan Melupakan”. Versi lengkap dari esai tersebut dapat diunduh lewat link ini. 1. Soekarno bilang, “Jangan sekali-kali melupakan…

Ide Skripsi #1

Ide Skripsi adalah majalah yang didedikasikan untuk membantu mahasiswa-mahasiswa yang sedang mencari tema tugas akhirnya. Pada edisi Ide Skripsi pertama ini menampilkan artikel-artikel yang mungkin akan menginspirasi para mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi untuk…

Tiga Usia Jacques Derrida

Derrida berbicara tentang arti biografi, tuhan, filsuf perempuan, kematian, dan usia manusia dalam sebuah perbincangan dengan Kristine McKenna dari LA Weekly.

Slavoj Žižek – Q&A

Wawancara Rosanna Greenstreet dengan Slavoj Žižek; tentang cinta, seks, bau pohon yang membusuk, dan sebuah rahasia.

KUNCI Study Forum & Collective • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in