Articles

Essay, review, column, and news on arts and culture.

Collections

A collection of books, working papers, newsletters, zines, photos, videos, clippings, specially selected by our library team.

Event

A logbook of KUNCI activities.

Magazine

Browse this site. Select the contents you like. Create your own magazine.

Public Culture Series

A series of monthly discussions on Indonesian contemporary culture.

Home » Archive

Articles

Hello, is it you we’re looking for?
Friday, 5 Mar, 2010 – 10:44 | No Comment
Hello, is it you we’re looking for?

KUNCI Cultural Studies Center mencari 4 orang volunteer dengan syarat-syarat sebagai berikut;
1. Maksimal berusia 24 tahun
2. S1 semua jurusan, baik sedang menempuh atau sudah lulus.
3. Dapat berbahasa Inggris dan Indonesia dengan baik.
4. Tidak takut dengan …

Mengingat dan Melupakan
Monday, 15 Feb, 2010 – 5:27 | No Comment
Mengingat dan Melupakan

oleh Nuraini Juliastuti
Tulisan ini merupakan bagian awal dari esai dengan judul yang sama “Mengingat dan Melupakan”. Versi lengkap dari esai tersebut dapat diunduh lewat link ini.
1. Soekarno bilang, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”
Ini adalah cerita tentang …

Putaran Pertama Anonymous Writers Club
Monday, 18 Jan, 2010 – 16:04 | No Comment
Putaran Pertama Anonymous Writers Club

Hasil karya penulis anonim di daerah dekat Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, pada pertengahan tahun 2009.
Putaran pertama dari Anonymous Writers Club, hingga hari ini, Senin, 18 Januari 2009, masih tetap berlangsung. Pada pertengahan putaran …

Tiga Usia Jacques Derrida
Thursday, 3 Dec, 2009 – 8:53 | No Comment
Tiga Usia Jacques Derrida

Derrida berbicara tentang arti biografi, tuhan, filsuf perempuan, kematian, dan usia manusia dalam sebuah perbincangan dengan Kristine McKenna dari LA Weekly.

Slavoj Žižek – Q&A
Friday, 9 Oct, 2009 – 9:32 | No Comment
Slavoj Žižek – Q&A

Antariksa menerjemahkan wawancara Rosanna Greenstreet dengan Slavoj Žižek; tentang cinta, seks, bau pohon yang membusuk, dan sebuah rahasia.

Alternative Space as New Cultural Movement : Landscape of Creativity
Wednesday, 7 Oct, 2009 – 10:56 | No Comment
Alternative Space as New Cultural Movement : Landscape of Creativity

by Nuraini Juliastuti
This paper was presented in “Indonesia 10 Years after” conference, which was held on 22-23 May 2008 in the East India House, University of Amsterdam. The conference was organized by KITLV in cooperation …

Putih oleh YULI ANDARI M
Thursday, 10 Sep, 2009 – 6:00 | No Comment
Putih oleh YULI ANDARI M

Sejak kecil saya telah menyukai pantai. Bila ada kesempatan di akhir pekan, saya menyempatkan diri ke pantai bersama teman-teman atau kerabat. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di pantai dengan berbagai aktivitas: mandi, merebahkan badan …

“Kalaupun punk mati…” oleh FERDIANSYAH THAJIB
Monday, 3 Aug, 2009 – 19:42 | 3 Comments
“Kalaupun punk mati…” oleh FERDIANSYAH THAJIB

Sebagai salah satu tampilan subkultur yang kini sering diutak-atik dalam beragam laporan ”tampak muka” rubrik gaya hidup di media massa sehari-hari, punk dibaca secara nostalgis dalam hubungannya yang selalu serba salah di hadapan tradisi (lokal) …

Jompet berbicara tentang Jompet
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 14:37 | No Comment
Jompet berbicara tentang Jompet

“Java’s Machine Phantasmagoria” merupakan hasil pemikiran terkini Jompet tentang Jawa, identitas, dan ‘liyan’–sebuah tema yang telah menjadi bahan bakar bagi kerja-kerja kesenimanannya selama lima tahun terakhir.

Wendelien van Oldenborgh on No False Echoes
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 14:14 | No Comment
Wendelien van Oldenborgh on No False Echoes

Wendelien van Oldenborgh has been using a historical text, as well as people participation, as a basis for her art work production. In “No False Echoes”, she uses the famous text “Als Ik eens Nederlander was” (Seandainya Aku seorang Belanda) to reflect on the meaning of colonialism, and the memory relationship between the Netherlands and Indonesia.

The Tielman Brothers, Sebuah CD, dan Kearsipan Kita Oleh EKKY IMANJAYA
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 13:12 | No Comment
The Tielman Brothers, Sebuah CD, dan Kearsipan Kita Oleh EKKY IMANJAYA

“Halo Amsterdam,” sapa Andy Tielman kepada ribuan warga Belanda. Massa pun menyambut dengan tepuk sorak. Dan Rayuan Pulau Kelapa pun terlantun dari mulutnya, diiringi Rene Van Barneveld (alias Tres Manos dari Urban Dance Squad) dan …

Yogya yang Cepat dan Semakin Cepat Oleh FERDIANSYAH THAJIB
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 13:05 | No Comment
Yogya yang Cepat dan Semakin Cepat Oleh FERDIANSYAH THAJIB

Kecepatan (baca: terburu-buru) adalah pemandangan yang relatif baru di jalan-jalan kota Yogyakarta. Pada perjumpaan awal saya dengan kota ini di pertengahan tahun 1990-an, suasana lengang dan santai kental mewarnai aktivitas sehari-hari. Ritme keseharian masyarakat terkesan …

Beberapa Catatan Mengenai Perkembangan Organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia Oleh BENNY G. SETIONO
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 12:56 | No Comment
Beberapa Catatan Mengenai Perkembangan Organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia Oleh BENNY G. SETIONO

Pemikiran Benny G.Setiono tentang perkembangan organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia. Pidato dibacakan pada Wertheim Lecture Universiteit van Amsterdam, Juni 2009.

Sepenggal Kisah Miss Riboet Orion dan Dardanella Oleh FANDY HUTARI
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 12:49 | No Comment
Sepenggal Kisah Miss Riboet Orion dan Dardanella Oleh FANDY HUTARI

Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella. Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan …

Seminar “Purloined Letter” (Bagian I dari IV) Oleh JACQUES LACAN
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 12:44 | No Comment
Seminar “Purloined Letter” (Bagian I dari IV) Oleh JACQUES LACAN

Telaahan kita sebelumnya telah mengantarkan kita pada suatu pemahaman bahwa dasar dari otomatisme repetisi [2] (repetition automatism) terletak pada rantai signifying yang terus bertahan.

Seminar “Purloined Letter” (Bagian II dari IV) Oleh JACQUES LACAN
Wednesday, 22 Jul, 2009 – 12:35 | No Comment
Seminar “Purloined Letter” (Bagian II dari IV) Oleh JACQUES LACAN

Dialog pertama antara Prefek Polisi dan Dupin adalah semacam dialog antara yang tuli dan yang mendengar. Dalam cerita dipaparkan bagaimana jika segala sesuatu yang biasanya disederhanakan tapi disampaikan dalam kerumitan yang riil, maka hasil yang diperoleh adalah suatu kekacauan dalam konteks komunikasi.