Activities

KUNCI in Auckland as part of Politics of Sharing exhibition

Exhibition dates: March 4 – April 1, 2017 Venue: ICL Building, Level 7, 10 – 14 Lorne Street, Auckland Central Open 10am – 6pm Tuesday to Friday & 11am – 4pm Saturdays Every exhibition is a collectively…

Who is Ratu Pantai Selatan? Conversation with Karina Roosvita dan Vicky Gerrard

Kamis, 9 Maret 2017, 17.30 | Vicky dan Vita tengah mengekslorasi bagaimana mitologi dipakai untuk mendokumentasikan perubahan di sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta dirasakan oleh orang-orang yang hidup di sana. Mereka telah menyusuri Pantai Selatan, mengundang orang-orang untuk menuturkan kembali kisah Ratu Pantai Selatan dan bagaimana kisah ini masih relevan bagi mereka kini. Kisah-kisah yang dikumpulkan ini akan dipadukan kedalam sebuah narasi bersama dan dipakai untuk menghasilkan sebuah dialog inklusif tentang perubahan yang terjadi di sepanjang pantai, bagaimana perubahan ini memengaruhi komunitas yang hidup di sana dan tindakan apa yang bisa diambil untuk bisa berperanserta secara positif dalam perubahan ini.

Klub Numpang Baca

Maret-April 2017 | Klub Numpang Baca menyusun rute-rute spekulatif yang mempertemukan riuh rendah makna dalam teori dan wacana dengan hingar bingar suasana di ruang privat dan publik sebuah kota. Perjalanan akan kita tempuh dengan menumpang pada bahu raksasa pengetahuan-pengetahuan yang terdahulu, dengan bimbingan kenyamanan atau ketidaknyamanan yang dapat ditawarkan oleh suatu tempat.

Panggilan Terbuka: Sekolah Salah Didik KUNCI

Kami sedang membangun sekolah baru. Sekolah ini adalah suatu eksperimen soal keberlanjutan ekonomi suatu organisasi, baik yang material maupun non-material. Kami ingin menguji sekolah sebagai taman gagasan, laboratorium afeksi, arena konflik dan ruang…

Open Call for KUNCI School of Improper Education

We are building a new school. The school is an experiment on the sustainability of (both the material and immaterial) economies of organization. We want to test the idea of school as a…

Things We Don’t Understand in School: A conversation with Ruth Noack

Saturday, 13th August 2016, 3 pm at KUNCI Cultural Studies Center Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron Yogyakarta (Geser untuk teks dalam Bahasa Indonesia) KUNCI invites you to discuss with Ruth Noack about the critical notion…

Afterwork Readings

Afterwork Readings merupakan salah satu perpanjangan proyek A Room of Their Own, kerja sama antara KUNCI Cultural Studies Center, Yogyakarta, dan Para Site, Hong Kong. Pada awal 2015 kami menerima undangan Para Site untuk melakukan penelitian tentang buruh domestik migran di Hong Kong dan kemudian tertarik pada komunitas penulis dan perpustakaan bergerak buruh migran Indonesia di Victoria Park. Mereka pulalah yang kemudian menjadi partisipan utama dan motor penggerak proyek ini.
Berdasarkan riset tentang aktivitas baca tulis di kalangan buruh domestik migran, A Room of Their Own diniatkan sebagai proyek jangka panjang yang berisi beragam aktivitas–kelompok baca, penerbitan dan proyek buku-audio. Kami memulainya dengan menyelenggarakan Klub Baca Selepas Kerja, klub baca enam sesi yang didedikasikan pada bacaan tentang pergerakan dan perpindahan. Untuk kegiatan ini kami memilih naskah cerita pendek dan drama dari penulis-penulis Indonesia dengan genre dan gaya menulis yang ber- beda-beda serta menyelipkan beberapa tulisan dari buruh-penulis yang sudah pernah diterbitkan.

Seni dan Dongeng Kancil dalam Pendidikan di Taman Siswa

Ki Hadjar Dewantara memandang Seni sebagai medium untuk “memasakkan jiwa dan raga anak, hingga kelak menjadi derajat manusia yang utama”. Salah satu contoh yang menarik di Taman Siswa adalah pembelajaran Seni Sastra (Tulis dan Lisan), Sari Swara dan Langen Carita (Opera Jawa) dengan menggunakan salah satu versi Serat Kancil, karangan ayahanda Ki Hadjar Dewantara, K.P.H. Sasraningrat. Selain diceritakan di dalam kelas, dongeng kancil juga digubah menjadi Langen Carita. Para pamong (pengajar/pendamping) Taman Siswa percaya bahwa ketika siswa mempraktekkan peran, gerak, tari, dan suara, maka mereka akan mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat; selaras dengan konsep Ki Hadjar Dewantara Tri Na (Tiga N): Nonton (melihat/mengamati), Niteni (mengingat/menandai), dan Niru (mencontoh/meniru). Soal-soal tersebut akan dibahas oleh Rendra Agusta, peneliti dan pustakawan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, pada Senin, 30 Mei 2016, mulai 15.00, di KUNCI Cultural Studies Center.

Politics of Sharing – On Collective Wisdom

What does sharing mean today, and under which conditions does it take place? What are the spaces and places of community, and how can we maintain and revive them? From which concepts of community and collective knowledge can we learn? The research and exhibition project by the ifa in cooperation with the Artspace NZ Auckland, New Zealand, brings together artistic and sociological positions from the Pacific region with European perspectives, projecting manifold points of views on the practices of sharing, collaborative modes of production and collective knowledge systems.

Peluncuran Publik Ethnolab

Kami mengundang anda untuk hadir pada acara peluncuran publik situs web Ethnolab yang memuat teks-teks hasil seri Ethnolab angkatan 2015. Ethnolab adalah sebuah ruang diskursif yang diselenggarakan secara bersama oleh KUNCI Cultural Studies Center Yogyakarta dengan proyek the Researchers’ Affects (2013-2017; Freie Universität, Berlin, Jerman dan University of Berne, Swiss). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung riset interdisipliner tentang isu-isu sosial budaya dengan berfokus pada prinsip-prinsip dan teknik-teknik metodologi etnografi.

Rabbit Hole Theory: How to Understand the World

KUNCI mengundang Anda untuk bergabung dalam sesi diskusi Rabbit Hole Theory mengenai cara-cara untuk memahami dunia, khususnya melalui metode penelitian. Berangkat dari kajian mengenai sains, antropologi, geografi dan disiplin terkait lainnya, sesi diskusi ini berupaya untuk mempelajari bagaimana obyek atau benda membentuk representasi dan apa maknanya bagi kita. Pembahasan ini akan dilakukan melalui pembacaan terhadap empat teks, yaitu: “The City is a Medium” oleh Friedrich A. Kittler dan Matthew Griffin, “Circulating Reference: Sampling the Soil in the Amazon Forest” oleh Bruno Latour, “After Method: Mess in Social Science Research” oleh John Law, dan “The Mushroom at the End of the World: On the Possibility of Life in Capitalist Ruins” oleh Anna Lowenhaupt Tsing.

Getting to Know a Few Hundred Degrees

Science is often considered a master of certainty with privileged access to nature. However, when it comes to volatile and highly unpredictable environments like volcanoes (earthquakes, tsunami’s, and landslides too) science operates in murkier territory. This talk will focus on selected episodes in the history of science on Mt. Merapi in the twentieth century. It will ask questions such as: what does it look like to ‘know’? How is it performed? Is certainty just an effect of technological devices and tools, the real masters of truth? What is the role of the fragile human body in volatile environments?

What’s going on at Ongoing

Currently in the Indonesia—hosted by KUNCI Cultural Studies Center, Nozomu Ogawa is doing research about alternative art initiatives and spaces in South East Asia. He will give a talk about Art Center Ongoing, an alternative art space he runs in Tokyo, and also like to know more about the way how we survive, as an alternative art initiatives, in Yogyakarta. So please come and join the discussion!

Socially-Engaged Art & Design in Public Spaces from a Polish Perspective

Since 2014 curator Marianna Dobkowska work together with researcher Kris Lukomski on the artist exchange between Indonesia and Poland and explore art communities and socially-engaged initiatives in Indonesia. The conversation at KUNCI is a mirror-reflection of the specified issues from the Polish perspective and an introduction to the socially-engaged projects and communities from Poland. It will eventually be the preview of the exhibition & public program that are planned in Jakarta in June and July 2016, that will present the variety of art-initiatives, art and design works selected by curators to shape the image of contemporary Poland and its social backgrounds.

Voyages Through Invisibles: Workshop with Andrea Solano

17th December 2015, 10.00 am at Pusat Studi Lingkungan  Sanata Dharma University In this workshop with Andrea Solano, artist from Bogotá, Colombia, we will learn on how to construct a site for meditative…

Workshop tentang Commons Kontroversial

Commons adalah istilah yang menjelaskan keadaan alam tempat kita bergantung dan berusaha. Ia adalah alam sebelum dimiliki oleh individu atau perusahaan-perusahaan. Ia adalah tanah dan sumberdaya sebelum diprivatisasi. Ia adalah mineral dan tanaman sebelum dijadikan komoditas. Hari ini alam terancam oleh privatisasi dan dorongan atas profit. Hal ini menyebabkan aksi membatasi, mencuri dan mengawasi commons. Aksi-aksi tersebut menimbulkan kontroversi yang merenggut, mempolarisasi dan meletakkan kita dalam hubungan satu sama lain dengan cara-cara yang memberdayakan maupun yang dekstruktif.

Locating the Discursive Formation of Art

Thinking In Critical Constellations endeavours to bring into focus on the thinking about art, and raises a fundamental question: how we think about what we are doing? Furthermore, how we can step out from our respective backyard to learn, to discuss, and to understand about the other land where the dynamics of critical dialogue arises as well as the self-reflecting process starts?

Afterwork Reading Club

KUNCI is invited to take part in Hong Kong’s Migrant Domestic Workers Project–a new project of Para Site, a leading contemporary art institution in Hong Kong. KUNCI’s research culminates in the August launch of A Room of Their Own, a project which comprises different activities–reading groups, publications, and audio-book projects. As a start we conduct Afterwork Reading Club, a reading group of six sessions dedicated to the literature on modes of gendered migration.

Rabbit Hole Theory: The Ignorant Schoolmaster

Senin, 27 April 2015, 18.00 | KUNCI memilih The Ignorant Schoolmaster: Five Lessons in Intellectual Emancipation (Le Maître ignorant: Cinq leçons sur l’émancipation intellectuelle, 1987) sebagai bahan pemantik diskusi untuk menyegarkan pandangan-pandangan kita tentang beberapa hal, antara lain mengenai praktik pendidikan formal dan non formal, wacana dalam modus kesenian yang terlibat, serta pertanyaan tentang posisi intelektual di tengah masyarakat.

Conversation across Commons

In Conversation Across Commons, artists, academics and activists alike are invited to critically reflect upon notions of commons and commonings as a double preoccupation in directly exercising theory into action and teasing out insights from the urgency of practices.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in