Activities
SSD Square

Gelar Editorial Sekolah Salah Didik: Belajar Dari Bawah

Gelar Editorial Sekolah Salah Didik: Belajar dari Bawah adalah presentasi publik dari pengalaman 1,5 tahun belajar bersama melepaskan otoritas dan hirarki dari pengertian sekolah yang umum.

Banga Announcement

Kelestarian sekolah: Merawat jaringan, organisasi dan pembelajaran kolektif

(English Version below) Sabtu, 3 Februari 2018 Pk 15.00 – 18.00 Di KUNCI Cultural Studies Center KUNCI mengundang anda untuk bergabung dalam diskusi terbuka antara empat inisiatif pembelajaran alternatif yang bernaung dalam jaringan…

Monica_poster

Recording wind_data

A sharing session of Monica Zamudio | Thursday, 28 December 2017, 6-10pm | In respond to the nature of our surroundings, the controlled body, the access of information blurred by other ceremonies, and the instability of ground, Recording wind_data proposes a reflection on our way of listening affects our understanding of the environment and how we organize ourselves amidst the censored media. Through capturing sound or wind data, how can we relate to a specific scene? How our bodies are shaped ? How much distance reveals? Does sound brings intensity? A shape? How it can be collected? How it can be shared?

eva-talk

Public Library of / Perpustakaan Umum…

A Public Discussion on Self-organized Libraries | Sunday, 17 December 2017, 1.30-4 pm, at Jogja Library Center | In many countries the role of public libraries is changing. In the Netherlands many neighborhood libraries were recently closed due to budget cuts by a neo-liberal government – in Indonesia there has never been a substantial public library system. Self-organized libraries have filled some of these gaps. In what significant political moment(s) did they arise? What impact do libraries have on local communities? Can a library function as a public safe space that is open to different voices? Which tactics are deployed by self-organized libraries to encourage uncensored and unrestricted access to information?

self-organized

The Autonomous Fabric: On Self-organization and Education

Sunday, 19th November 2017 | The Autonomous Fabric is a research project that focuses on self-organisation and education. It is initiated by the Willem de Kooning Academy for fine arts and Design in Rotterdam, The Netherlands. The Autonomous Fabric researches on how self-organized activist and artistic practices, engage with the city, other disciplines and each other. Self-organized initiatives often work on a small, local scale, but together they form an informal network that can span through the entire city. This ‘fabric’ is ever changing, growing and developing. In this discussion, we would like to discuss in what ways do self-organized practices find new forms to manifest themselves and what visions to shape society do they present. How we maintain an autonomous position, in a complex playing field of different forces? How can an art school connect itself to this fabric of autonomous makers in the city in a structural way?

Haunted Bookshelves

Sesi Rak Buku Berhantu (Haunted Bookshelf Session)

(Scroll for english version) Workshop bersama Read-in: Annette Krauss (seniman residensi KUNCI) dan Sanne Oorthuizen Senin, 9 Oktober 2017 Pk 15.00 – Pk 17.00 di Kunci Cultural Studies Center Sesi Rak Buku Berhantu…

2.BG-Indonesin servant

Telinga-telinga Cenayang dari Selatan (Southern Clairaudience)

(scroll for English version) Workshop bersama seniman residensi Kunci, Hong Kai Wang Jumat, 6 Oktober 2017 Pk 14.30 – Pk. 17.00 di Kunci Cultural Studies Center Hantu hitam, atau “oo-kui” dalam pelafalan bahasa…

Stand of the education system in the Dutch East Indies in the second Dutch pavilion on the Colonial World Exhibition in Paris, 1931.

Symposium Tropical Dissonance: Decolonizing knowledge through ethnographic archives

Tuesday 6th June 2017, 11am – 4pm, Tropenmuseum, Linnaeusstraat 2, 1092 CK Amsterdam Heterotropics and the Research Center for Material Culture are pleased to announce the symposium Tropical Dissonance: Decolonizing knowledge through ethnographic archives on…

KUNCI in Auckland

KUNCI in Auckland as part of Politics of Sharing exhibition

Exhibition dates: March 4 – April 1, 2017 Venue: ICL Building, Level 7, 10 – 14 Lorne Street, Auckland Central Open 10am – 6pm Tuesday to Friday & 11am – 4pm Saturdays Every exhibition is a collectively…

VickyVita

Who is Ratu Pantai Selatan? Conversation with Karina Roosvita dan Vicky Gerrard

Kamis, 9 Maret 2017, 17.30 | Vicky dan Vita tengah mengekslorasi bagaimana mitologi dipakai untuk mendokumentasikan perubahan di sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta dirasakan oleh orang-orang yang hidup di sana. Mereka telah menyusuri Pantai Selatan, mengundang orang-orang untuk menuturkan kembali kisah Ratu Pantai Selatan dan bagaimana kisah ini masih relevan bagi mereka kini. Kisah-kisah yang dikumpulkan ini akan dipadukan kedalam sebuah narasi bersama dan dipakai untuk menghasilkan sebuah dialog inklusif tentang perubahan yang terjadi di sepanjang pantai, bagaimana perubahan ini memengaruhi komunitas yang hidup di sana dan tindakan apa yang bisa diambil untuk bisa berperanserta secara positif dalam perubahan ini.

THE BATTLE OF BRITAIN 1940 (HU 106837) Schoolgirls sitting on part of a Nazi bomber which crashed near their farmhouse. Copyright: © IWM. Original Source: http://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205222264

Klub Numpang Baca

Maret-April 2017 | Klub Numpang Baca menyusun rute-rute spekulatif yang mempertemukan riuh rendah makna dalam teori dan wacana dengan hingar bingar suasana di ruang privat dan publik sebuah kota. Perjalanan akan kita tempuh dengan menumpang pada bahu raksasa pengetahuan-pengetahuan yang terdahulu, dengan bimbingan kenyamanan atau ketidaknyamanan yang dapat ditawarkan oleh suatu tempat.

Web

Panggilan Terbuka: Sekolah Salah Didik KUNCI

Kami sedang membangun sekolah baru. Sekolah ini adalah suatu eksperimen soal keberlanjutan ekonomi suatu organisasi, baik yang material maupun non-material. Kami ingin menguji sekolah sebagai taman gagasan, laboratorium afeksi, arena konflik dan ruang…

Web

Open Call for KUNCI School of Improper Education

We are building a new school. The school is an experiment on the sustainability of (both the material and immaterial) economies of organization. We want to test the idea of school as a…

documenta 12

Things We Don’t Understand in School: A conversation with Ruth Noack

Saturday, 13th August 2016, 3 pm at KUNCI Cultural Studies Center Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron Yogyakarta (Geser untuk teks dalam Bahasa Indonesia) KUNCI invites you to discuss with Ruth Noack about the critical notion…

afterwork-cover

Afterwork Readings

Afterwork Readings merupakan salah satu perpanjangan proyek A Room of Their Own, kerja sama antara KUNCI Cultural Studies Center, Yogyakarta, dan Para Site, Hong Kong. Pada awal 2015 kami menerima undangan Para Site untuk melakukan penelitian tentang buruh domestik migran di Hong Kong dan kemudian tertarik pada komunitas penulis dan perpustakaan bergerak buruh migran Indonesia di Victoria Park. Mereka pulalah yang kemudian menjadi partisipan utama dan motor penggerak proyek ini.
Berdasarkan riset tentang aktivitas baca tulis di kalangan buruh domestik migran, A Room of Their Own diniatkan sebagai proyek jangka panjang yang berisi beragam aktivitas–kelompok baca, penerbitan dan proyek buku-audio. Kami memulainya dengan menyelenggarakan Klub Baca Selepas Kerja, klub baca enam sesi yang didedikasikan pada bacaan tentang pergerakan dan perpindahan. Untuk kegiatan ini kami memilih naskah cerita pendek dan drama dari penulis-penulis Indonesia dengan genre dan gaya menulis yang ber- beda-beda serta menyelipkan beberapa tulisan dari buruh-penulis yang sudah pernah diterbitkan.

seratkancil

Seni dan Dongeng Kancil dalam Pendidikan di Taman Siswa

Ki Hadjar Dewantara memandang Seni sebagai medium untuk “memasakkan jiwa dan raga anak, hingga kelak menjadi derajat manusia yang utama”. Salah satu contoh yang menarik di Taman Siswa adalah pembelajaran Seni Sastra (Tulis dan Lisan), Sari Swara dan Langen Carita (Opera Jawa) dengan menggunakan salah satu versi Serat Kancil, karangan ayahanda Ki Hadjar Dewantara, K.P.H. Sasraningrat. Selain diceritakan di dalam kelas, dongeng kancil juga digubah menjadi Langen Carita. Para pamong (pengajar/pendamping) Taman Siswa percaya bahwa ketika siswa mempraktekkan peran, gerak, tari, dan suara, maka mereka akan mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat; selaras dengan konsep Ki Hadjar Dewantara Tri Na (Tiga N): Nonton (melihat/mengamati), Niteni (mengingat/menandai), dan Niru (mencontoh/meniru). Soal-soal tersebut akan dibahas oleh Rendra Agusta, peneliti dan pustakawan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, pada Senin, 30 Mei 2016, mulai 15.00, di KUNCI Cultural Studies Center.

Photo: Nozomu Ogawa

Politics of Sharing – On Collective Wisdom

What does sharing mean today, and under which conditions does it take place? What are the spaces and places of community, and how can we maintain and revive them? From which concepts of community and collective knowledge can we learn? The research and exhibition project by the ifa in cooperation with the Artspace NZ Auckland, New Zealand, brings together artistic and sociological positions from the Pacific region with European perspectives, projecting manifold points of views on the practices of sharing, collaborative modes of production and collective knowledge systems.

Gatari Surya ketika riset lapangan. Gambar film stil oleh Emanuel Mathias.

Peluncuran Publik Ethnolab

Kami mengundang anda untuk hadir pada acara peluncuran publik situs web Ethnolab yang memuat teks-teks hasil seri Ethnolab angkatan 2015. Ethnolab adalah sebuah ruang diskursif yang diselenggarakan secara bersama oleh KUNCI Cultural Studies Center Yogyakarta dengan proyek the Researchers’ Affects (2013-2017; Freie Universität, Berlin, Jerman dan University of Berne, Swiss). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung riset interdisipliner tentang isu-isu sosial budaya dengan berfokus pada prinsip-prinsip dan teknik-teknik metodologi etnografi.

1918_Van Bemmelen_Semeru_Tropen

Rabbit Hole Theory: How to Understand the World

KUNCI mengundang Anda untuk bergabung dalam sesi diskusi Rabbit Hole Theory mengenai cara-cara untuk memahami dunia, khususnya melalui metode penelitian. Berangkat dari kajian mengenai sains, antropologi, geografi dan disiplin terkait lainnya, sesi diskusi ini berupaya untuk mempelajari bagaimana obyek atau benda membentuk representasi dan apa maknanya bagi kita. Pembahasan ini akan dilakukan melalui pembacaan terhadap empat teks, yaitu: “The City is a Medium” oleh Friedrich A. Kittler dan Matthew Griffin, “Circulating Reference: Sampling the Soil in the Amazon Forest” oleh Bruno Latour, “After Method: Mess in Social Science Research” oleh John Law, dan “The Mushroom at the End of the World: On the Possibility of Life in Capitalist Ruins” oleh Anna Lowenhaupt Tsing.

Getting_to_Know

Getting to Know a Few Hundred Degrees

Science is often considered a master of certainty with privileged access to nature. However, when it comes to volatile and highly unpredictable environments like volcanoes (earthquakes, tsunami’s, and landslides too) science operates in murkier territory. This talk will focus on selected episodes in the history of science on Mt. Merapi in the twentieth century. It will ask questions such as: what does it look like to ‘know’? How is it performed? Is certainty just an effect of technological devices and tools, the real masters of truth? What is the role of the fragile human body in volatile environments?

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in