Activities

Kompilasi Podcast Heterotropics #2

Laman ini memuat dokumentasi audio yang dikumpulkan anggota KUNCI ketika mengikuti Residensi Heterotropics #2 pada 2017 di Tropenmuseum, Amsterdam. Dalam residensi yang diinisiasi oleh kurator Sara Giannini bekerja sama dengan Research Center for…

Sekolah Salah Didik: UJI COBA 1

Materi-materi yang terkumpul di file pdf ini adalah hasil belajar angkatan perintis Sekolah Salah Didik (SSD) yang berlangsung sejak November 2016- April 2018. Publikasi ini disusun sebagai rapor, atau dokumen untuk menilai dan…

Sama-sama Belajar, Belajar Sama-sama

Kami mengundang Anda terlibat dalam acara ulang tahun ke-20 KUNCI. Kami ingin memikirkan makna usia, konteks, dan relevansi organisasi ini bersama Anda, kawan-kawan yang berperan dalam keberlangsungan KUNCI selama ini. Mari datang untuk…

Bahasa Inggris, turisme, dan volunter

Catatan ini merefleksikan penggunaan bahasa Inggris dan kebergantungan Tiny Toones pada para volunter asing dalam menyelenggarakan aktivitas mengajar sehari-hari. Lebih jauh, catatan ini membuka pintu observasi lebih jauh atas bagaimana peran para aktivis Tiny Toones yang juga adalah orang lokal. Apakah mereka tepat untuk disebut sebagai mediator budaya?

Bahasa Tubuh sebagai Alternatif Jalan Menuju Spekulasi Penerjemahan yang Lain

Tidak bisa berbahasa Khmer dan tidak bisa berbahasa Inggris menjadi kebingungan awal dalam perbincangan bersama salah satu pengajar dan salah satu murid di Tiny Toones. Tersesat dalam penerjamahan dan membuka makna bahasa menjadi lebih luas–tidak hanya verbal melainkan bahasa tubuh–tidak mungkin terelakkan lagi. Namun pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana bisa pengalaman tersesat dalam penerjemahan dianggap sebagai proses pertukaran pengetahuan tanpa harus menganggap salah satu bahasa sebagai penyebab kesesatan atau kebingunan­–karena jika iya maka secara tidak langsung akan menganggap bahwa bahasa tertentu sebagai dominasi kuasa dalam praktik komunikasi sehari-hari?

Crab, ktam, Ketam: Pertukaran pengetahuan tanpa berbasis hasil

Pertukaran macam apa yang bisa diproduksi dari proses belajar dimana si pengajar dan si murid tidak saling menguasai bahasa masing-masing? Apakah proses belajar bisa dimaknai ulang sebagai pertukaran pengetahuan dimana posisi pengajar dan murid dipandang setara, dan juga bahasa tidak dipandang sebagai faktor determinan yang menentukan proses belajar? Apakah makna ‘hasil’ dalam proses belajar yang seperti ini? Tulisan ini mencatat hasil amatan atas proses belajar bahasa Inggris yang berlangsung di Tiny Toones. Ia berusaha mendokumentasikan temuan-temuan atas pertukaran nonhasil yang berlangsung dalam aktivitas belajar.

Panggilan terbuka Sekolah Salah Didik angkatan 2

Bayangkan tubuhmu adalah suatu komponen elektronika. Tangan kakimu berjuntai kabel terkelupas. Bagaimana jika kita berjajar saling berkait lilit-melilit, mengatur keluar masuk arus dan tegangan? Menyetrum; membikin konslet atau mengalirkan daya. Kita tidak memproduksi…

Buklet Kata Kunci Praktik Teknologi Vernakular di Indonesia

Buklet Kata Kunci Praktik Teknologi Vernakular di Indonesia lahir dari Kultur Cell–sebuah proyek penelitian yang bertujuan untuk menelusuri praktik-praktik sosial baru yang tercipta dari penggunaan handphone. Kultur Cell merupakan bagian dari proyek riset…

Gelar Editorial Sekolah Salah Didik: Belajar Dari Bawah

Gelar Editorial Sekolah Salah Didik: Belajar dari Bawah adalah presentasi publik dari pengalaman 1,5 tahun belajar bersama melepaskan otoritas dan hirarki dari pengertian sekolah yang umum.

Kelestarian sekolah: Merawat jaringan, organisasi dan pembelajaran kolektif

(English Version below) Sabtu, 3 Februari 2018 Pk 15.00 – 18.00 Di KUNCI Cultural Studies Center KUNCI mengundang anda untuk bergabung dalam diskusi terbuka antara empat inisiatif pembelajaran alternatif yang bernaung dalam jaringan…

Recording wind_data

A sharing session of Monica Zamudio | Thursday, 28 December 2017, 6-10pm | In respond to the nature of our surroundings, the controlled body, the access of information blurred by other ceremonies, and the instability of ground, Recording wind_data proposes a reflection on our way of listening affects our understanding of the environment and how we organize ourselves amidst the censored media. Through capturing sound or wind data, how can we relate to a specific scene? How our bodies are shaped ? How much distance reveals? Does sound brings intensity? A shape? How it can be collected? How it can be shared?

Public Library of / Perpustakaan Umum…

A Public Discussion on Self-organized Libraries | Sunday, 17 December 2017, 1.30-4 pm, at Jogja Library Center | In many countries the role of public libraries is changing. In the Netherlands many neighborhood libraries were recently closed due to budget cuts by a neo-liberal government – in Indonesia there has never been a substantial public library system. Self-organized libraries have filled some of these gaps. In what significant political moment(s) did they arise? What impact do libraries have on local communities? Can a library function as a public safe space that is open to different voices? Which tactics are deployed by self-organized libraries to encourage uncensored and unrestricted access to information?

The Autonomous Fabric: On Self-organization and Education

Sunday, 19th November 2017 | The Autonomous Fabric is a research project that focuses on self-organisation and education. It is initiated by the Willem de Kooning Academy for fine arts and Design in Rotterdam, The Netherlands. The Autonomous Fabric researches on how self-organized activist and artistic practices, engage with the city, other disciplines and each other. Self-organized initiatives often work on a small, local scale, but together they form an informal network that can span through the entire city. This ‘fabric’ is ever changing, growing and developing. In this discussion, we would like to discuss in what ways do self-organized practices find new forms to manifest themselves and what visions to shape society do they present. How we maintain an autonomous position, in a complex playing field of different forces? How can an art school connect itself to this fabric of autonomous makers in the city in a structural way?

Sesi Rak Buku Berhantu (Haunted Bookshelf Session)

(Scroll for english version) Workshop bersama Read-in: Annette Krauss (seniman residensi KUNCI) dan Sanne Oorthuizen Senin, 9 Oktober 2017 Pk 15.00 – Pk 17.00 di Kunci Cultural Studies Center Sesi Rak Buku Berhantu…

Telinga-telinga Cenayang dari Selatan (Southern Clairaudience)

(scroll for English version) Workshop bersama seniman residensi Kunci, Hong Kai Wang Jumat, 6 Oktober 2017 Pk 14.30 – Pk. 17.00 di Kunci Cultural Studies Center Hantu hitam, atau “oo-kui” dalam pelafalan bahasa…

Symposium Tropical Dissonance: Decolonizing knowledge through ethnographic archives

Tuesday 6th June 2017, 11am – 4pm, Tropenmuseum, Linnaeusstraat 2, 1092 CK Amsterdam Heterotropics and the Research Center for Material Culture are pleased to announce the symposium Tropical Dissonance: Decolonizing knowledge through ethnographic archives on…

KUNCI in Auckland as part of Politics of Sharing exhibition

Exhibition dates: March 4 – April 1, 2017 Venue: ICL Building, Level 7, 10 – 14 Lorne Street, Auckland Central Open 10am – 6pm Tuesday to Friday & 11am – 4pm Saturdays Every exhibition is a collectively…

Who is Ratu Pantai Selatan? Conversation with Karina Roosvita dan Vicky Gerrard

Kamis, 9 Maret 2017, 17.30 | Vicky dan Vita tengah mengekslorasi bagaimana mitologi dipakai untuk mendokumentasikan perubahan di sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta dirasakan oleh orang-orang yang hidup di sana. Mereka telah menyusuri Pantai Selatan, mengundang orang-orang untuk menuturkan kembali kisah Ratu Pantai Selatan dan bagaimana kisah ini masih relevan bagi mereka kini. Kisah-kisah yang dikumpulkan ini akan dipadukan kedalam sebuah narasi bersama dan dipakai untuk menghasilkan sebuah dialog inklusif tentang perubahan yang terjadi di sepanjang pantai, bagaimana perubahan ini memengaruhi komunitas yang hidup di sana dan tindakan apa yang bisa diambil untuk bisa berperanserta secara positif dalam perubahan ini.

Klub Numpang Baca

Maret-April 2017 | Klub Numpang Baca menyusun rute-rute spekulatif yang mempertemukan riuh rendah makna dalam teori dan wacana dengan hingar bingar suasana di ruang privat dan publik sebuah kota. Perjalanan akan kita tempuh dengan menumpang pada bahu raksasa pengetahuan-pengetahuan yang terdahulu, dengan bimbingan kenyamanan atau ketidaknyamanan yang dapat ditawarkan oleh suatu tempat.

Panggilan Terbuka: Sekolah Salah Didik KUNCI

Kami sedang membangun sekolah baru. Sekolah ini adalah suatu eksperimen soal keberlanjutan ekonomi suatu organisasi, baik yang material maupun non-material. Kami ingin menguji sekolah sebagai taman gagasan, laboratorium afeksi, arena konflik dan ruang…

KUNCI Study Forum & Collective • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in