Buku Marcus Boon “Memuliakan Penyalinan”

Buku karya Marcus Boon yang berjudul Memuliakan Penyalinan (Bagaimana Penyalinan Bekerja dan Menjadi Dasar Hidup Manusia) merupakan terbitan terjemahan KUNCI Publication kedua yang disebarkan secara gratis setelah buku Budaya Bebas karya Lawrence Lessig (2011). Buku ini menjelaskan tentang  merasuknya penyalinan dalam yang dinamakan budaya kontemporer. Mulai dari dompet Louis Vuitton sampai Harry Potter: sebut apa saja, maka kemungkinan besar ia adalah sesuatu yang pernah disalin di suatu tempat. Melalui amatan komparatif dan lintas-dispiln, Marcus Boon memeriksa ulang arti penyalinan serta bagaimana ia menimbulkan rasa takut sekaligus rasa ingin tahu kita. Ia berargumen bahwa perkembangan hukum kekayaan intelektual sudah mengabaikan proses imitasi yang sudah sedemikian mewarnai berbagai subkultur yang ada sekarang ini. Boon menunjuk penolakan yang berkembang di masyarakat berakar  pada ketakutan ke segala yang fana dan perubahan, sambil menguraikan tentang potensi-potensi berdamai dengan ketakutan tersebut.

Melalui seni kontemporer, film dan musik, sejarah estetika, teori kritis, dan nilai-nilai filosofis, buku ini berupaya mengungkapkan cara-cara kerja penyalinan, mengapa ia menjadi aktivitas fundamental dalam kehidupan manusia, dan apa yang dipertaruhkan secara politis dalam cara kita melihat penyalinan di era globalisasi. Buku yang juga merupakan hasil lokakarya penerjemahan KUNCI ini diterbitkan atas dukungan Ford Foundation Indonesia sebagai bagian dari proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”.

Silahkan baca dan/atau unduh buku dengan meng-klik tautan di bawah:

Memuliakan Penyalinan

 

 

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in