Kompilasi Podcast Heterotropics #2

Laman ini memuat dokumentasi audio yang dikumpulkan anggota KUNCI ketika mengikuti Residensi Heterotropics #2 pada 2017 di Tropenmuseum, Amsterdam. Dalam residensi yang diinisiasi oleh kurator Sara Giannini bekerja sama dengan Research Center for Material Culture ini, kami membuat serangkaian podcast, termasuk wawancara dengan beragam narasumber, terkait dengan transmisi suara, praktik pengarsipan dan sejarah Tropenmuseum sebagai museum kolonial dan posisinya sekarang sebagai museum etnografi. Podcast-podcast ini juga disiarkan di Radio KUNCI.

Sulastri di Openbaare Bibliothek Amsterdam

Pembacaan petikan buku “Manusia Bebas” Bab 9, karya Suwarsih Djojopuspito, dikombinasikan dengan rekaman bunyi lalu lintas di Jakarta Selatan.

Pendidikan di Hindia Belanda dalam bahasa Belanda patah-patah

Rekaman audio ini diambil 11 Mei 2017 di pameran “Netherlands East Indies” lantai dua Tropenmuseum Amsterdam, dan pada 27 April 2017 di pasar klithikan Niten, Yogyakarta.

Tur di Dapperburt

Tur di Dapperbuurt bersama arsitek-sejarawan Marieke Van Rooy. Marieke menuturkan sejarah Dapperbuurt sebagai situs eksperimentasi urban dan arsiktektural partisipatif pada 1970an. Area ini terletak di sebelah Tropenmuseum.

Ulèëbalang, Kereta api dan Jawa

Raisa Kamila berbagi tentang riset s2-nya di Universitas Leiden, soal peran kolaborator lokal Aceh dalam pengembangan perkeretaapian sebagai infrastruktur kolonial. Risetnya berfokus pada keterlibatan Ulèëbalang, yang menurut historiografi kolonial Belanda menggambarkan pengkhianatan yang memicu perlawanan warga lokal. Riset Raisa ini menegasikan narasi ‘korban’ yang seringkali diklaim dunia LSM ketika mewacanakan Aceh di lanskap sosial politik Indonesia kontemporer.

Puing-puing, Apropriasi dan Arsip

Wawancara bersama peneliti urban, kurator dan penulis yang tinggal di Amsterdam, René Boer, di Tropenmuseum. Kami membahas kolektif peneliti dan majalah-nya “Failed Architecture”. Kami juga mengupas pemahaman puing sebagai jalan masuk dalam mempertanyakan hubungan arsiktektur dan struktur kekuasaan. Diskusi ini juga mengangkat praktik-praktik apropriasi urban, warisan kolonial dan squatting di Belanda. Konsep apropriasi mengantarkan kami ke dimensi ruang dalam arsip kolonial dan pertanyaan yang lebih luas soal cagar di konteks museum kontemporer dan perkotaan.

Keeropaan di Hindia Belanda

Kami mengundang peneliti KILTV, Bart Luttikhuis, untuk membicarakan risetnya tentang keeropaan, kebijakan Politik Etis dan pendidikan selama kolonisasi Indonesia.

Imej-imej Kolonial dari Tropika

Buku Susie Protschky, Images of the Tropics, menguraikan beragam narasi tentang bagaimana orang Belanda membayangkan yang tropis, menjustifikasikan klaim teritorial-nya dan memaknai posisinya di Eropa imperial dan Indonesia kolonial. Dalam perbincangan ini, Susie bicara tentang tema-tema yang diulang dan dihilangkan dalam budaya visual kolonial, bentuk-bentuk representasi (objek fiksasi dan fantasi, kenampakan dan ketidaktampakan) yang dipakai untuk mengklaim kontrol teritori dan politik.

Dekolonisasi dan Trend Sejenis

Perbincangan bersama Yvette Mutumba (ContemporaryAnd) soal bagaimana agar bisa terus melakukan apa yang seharusnya dilakukan, praktik institusional dan trend seputar “dekolonisasi” di Eropa. Perbincangan ini berlangsung pada 21 Mei 2017 di Victoria Park, Berlin.

Sarjana, Peziarah dan Hippies

Percakapan bersama sejarahwan dan peneliti KILTV Marieke Bloombergen, berangkat dari bukunya Colonial Spectacles: The Netherlands and the Dutch East Indies at the World Exhibitions, 1880-1931. Isu mobilitas mengantatkan kami ke diskusi soal bentuk pembacaan arsip yang produktif di luar arsip formal yang dikoleksi negara. Riset terbarunya soal India dan sekitarnya melihat produksi pengetahuan melalui jaringan sarjana, peziarah dan hippies di Indonesia pascakolonial.

Tur Arsip di IISH

Tur di International Institute of Social History oleh peneliti IISH Klaas Stutje. Anda bisa mendengarkan sejarah tentang gedung IISH, praktik riset institusi tersebut dan koleksinya yang mayoritas adalah arsip kelompok kiri, anarkis dan gerakan sosial dari berbagai negara. Lembaga ini juga menyimpan arsip gerakan sosial di Indonesia semasa perjuangan anti kolonial (1945-1949), pengasingan penyintas ’65 di Belanda. dan reformasi.

Gerakan Mahasiswa Indonesia Pra-Kemerdekaan

Percakapan bersama Klaas Stutje, peneliti di International Institute of Social History, Amsterdam, soal keterlibatannya dalam riset ‘Four Centuries of Labor Camps: War, Rehabilitation, Ethnicity’. Diskusi ini merumitkan imej paternalistik Belanda sebagai situs pendidikan modern yang menumbuhkan gerakan anti-kolonial di Indonesia. Riset Stutje berfokus pada organisasi mahasiswa ‘Perhimpunan Indonesia’ sebagai jaringan yang menghubungkan mahasiswa Indonesia di Belanda dengan gerakan sosial yang lebih luas di kota-kota lain di Eropa, termasuk Rusia. Jaringan ini pula yang turut membentuk gerakan anti-kolonial di Indonesia.

Dokumen Curian, Keotentikan dan Politik Arsip

Diskusi bersama arsiparis-seniman Amsterdam, Michael Karabinos. Ia menuturkan tentang arsip kontroversial “Djogja Documenten” yang disita militer Belanda pada Agresi Militer II pada 1948. Risetnya tentang pemulangan dokumen yang dicuri ini mengupas tentang hubungan pascakolonial Belanda-Indonesia pada era Suharto. Percakapan kami juga menyentuh soal proyek risetnya di Van Abbemuseum, Eindhoven yang menelusuri tentang bisnis tembakau Henri Van Abbe’s tobacco business di koloni dan proses pembentukan koleksi seninya. Diskusi kami juga menelurkan pertanyaan soal keotentikan dalam kebijakan pengarsipan.

Pak Sarmadji Pengumpul Partikelir

Pak Sarmadji adalah seorang eksil politik yang telah menetap di Belanda sejak pertengahan 70an. Ketika politik Indonesia bergejolak di 1965, ia masih menjadi mahasiswa di Beijing. Setelah pencabutan paspor dan kewarganegaraannya, oleh rezim Orde Baru, ia terpaksa untuk tinggal di Beijing. Percakapan ini merekam sebagian cerita hidupnya-perasaan terhadap Indonesia, yang berujung didirikannya “Perhimpunan Dokumentasi Indonesia”. Percakapan menjabarkan pengalaman seputar penggunaan arsip sebagai sebuah cara untuk mengatasi kesedihan and melankoli lainnya. Terlebih dari itu, ia adalah sebuah seni bertahan dan tetap hidup di tengah kesulitan.

Kilasan Spasial Kota Amsterdam

Wawancara bersama seniman jalanan asal Amsterdam, Bortusk, tentang pengalaman spasialnya dan praktik seninya di kota tersebut. Diskusi ini juga mengangkat soal kemudahan bergerak di kota, isu gentrifikasi di kawasan Tropenmuseum, dan pengembangan hunian multikultural.

Masa Lalu Kolonial dalam Ingatan Orang Eropa

Diskusi bersama Chiara De Cesari, antropolog dan asisten guru besar di Kajian Eropa dan Kajian Budaya di Univ. Amsterdam. Fokus risetnya adalah memori, pusaka dan politik budaya berikut perubahan yang dialaminya di era globalisasi. Chiara tertarik pada perjumpaan antara ingatan kultural, transnasionalisme dan transformasi negara-bangsa. Ia juga meneliti tentang globalisasi seni kontemporer, bentuk institusionalisme dan peran negara dalam wacana ekonomi kreatif . Perbicangan ini meruncing ke soal kelambanan lembaga-lembaga kebudayaan dalam merespon masa lalu kolonial bahkan ketika wacana ingatan orang Eropa sudah mulai ramai diwacanakan. Diskusi ini juga menyentuh materialitas arsip museum, dan perubahan peran mereka sebagai sumber daya material/ ekonomis dan objek pengetahuan.  

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Study Forum & Collective • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in