Nuraini Juliastuti

Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual

Mrazek mewawancarai orang-orang tua terkemuka di Jakarta selama tahun 1990, 1995, dan 2000. Masa pendudukan Jepang dan sekitar kemerdekaan, dilihat Mrazek sebagai transisi dari kolonialisme ke poskolonialisme. Lantas mengapa intelektual dan kaum urban terkemuka? Mrazek berasumsi bahwa mereka adalah elit terdidik, tersentuh dengan kultur pendidikan barat dan modernitas imperial yang bersifat sekuler. Pada tahun 1930-an, jumlah mereka tidak lebih dari 0,5 persen, namun mempunyai kekuatan penentu dalam menciptakan kemerdekaan dan memaknai ruang perkotaan.

Workshop Penerjemahan “Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Lock Down Culture and Control Creativity” (Lawrence Lessig, 2004)

Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI menyelenggarakan workshop penerjemahan buku ” “Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Lock Down Culture…

Tiga Usia Jacques Derrida

Derrida berbicara tentang arti biografi, tuhan, filsuf perempuan, kematian, dan usia manusia dalam sebuah perbincangan dengan Kristine McKenna dari LA Weekly.

Koleksi Terbaru Perpustakaan KUNCI September-November 2009

Perpustakaan Kajian Budaya KUNCI mengoleksi buku teks, jurnal, makalah, laporan penelitian, kertas kerja tentang kajian budaya. Selain itu perpustakaan juga memiliki koleksi media alternatif (zine) dan transkrip hasil diskusi. Tema-tema khusus yang menjadi…

Alternative Space as New Cultural Movement : Landscape of Creativity

by Nuraini Juliastuti This paper was presented in “Indonesia 10 Years after” conference, which was held on 22-23 May 2008 in the East India House, University of Amsterdam. The conference was organized by…

“Aku Ingin…” : Call for Anonymous Participation

[scroll down to read in Bahasa Indonesia] We have just started the Anonymous Writers Club with “Aku Ingin (I Want)”. Please contribute your lines, and make a complete story from it. Kami baru…

The Launch of Megamix Militia Project, Two Film Screenings, and a Discussion about Copyright

Jum’at 11 September 2009: Pemutaran Film “Good Copy Bad Copy” Sabtu 12 September 2009: Pemutaran Film “RIP: A Remix Manifesto” + Sosialisasi Project: Megamix Militia + Diskusi bersama Nuraini Juliastuti Tempat dan Waktu: Jalan Gayam 16 Yogya, 16.00-20.00WIB…

Putih

Oleh Yuli Andari M. Sejak kecil saya telah menyukai pantai. Bila ada kesempatan di akhir pekan, saya menyempatkan diri ke pantai bersama teman-teman atau kerabat. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di pantai dengan berbagai…

BlockNot Prose & Poetry

Ugoran Prasad tentang BlockNot. BlockNot merupakan salah satu media sastra alternatif yang tumbuh dari sebuah jaman di mana gagasan-gagasan baru berputar dengan sangat cepat dan sibuk mencari tempatnya masing-masing di penghujung 1990an: baik…

Mengkonstruksi Millenium Bug: Kepercayaan, Bahaya, dan Ketidakpastian Teknologis

1999 hendak berganti menjadi 2000. Seluruh dunia berdebar. Millenium Bug tiba katanya. Kita harus bersiap. Saat itu kami menerjemahkan esai menarik karya Jennifer Ruth Fosket dan Jennifer Fishman. Ini adalah arsip dari terjemahan…

Demam K-Drama dan Cerita Fans di Yogya oleh YULI ANDARI M

Yuli Andari menuliskan pengamatannya tentang demam drama Korea dan para fans di Yogyakarta. Laporan ini dibuat pada tahun 2006.

Newsletter KUNCI #19

Diterbitkan Januari 2008. Isi: Transformations of moslem fashion in Indonesian society, Homoseksualitas di persimpangan jalan sempurna, Copyright regime.

Newsletter KUNCI #18

Diterbitkan Oktober 2007. Isi: Sepenggal Kisah Miss Riboet Orion dan Dardanella, Persahabatan sebagai jalan hidup, Deepavali and Malaysia, The Sungdu-An 3: Making the local, National unity crash course, The clash between producers.

Newsletter KUNCI #16

Diterbitkan April 2007. Isi: Yogya yang cepat dan semakin cepat (Ferdiansyah Thajib), Rambut dan Sejarah Indonesia (Aria W.Yudhistira), Aceh Nun Jauh Dipandang (Helena E Rea), Partha Chaterjee dan Nalar Kolonial (Antariksa). Silahkan unduh…

Newsletter KUNCI #15

Diterbitkan November 2005. Isi: Net-Jurnalisme: Sifat dan Konsekuensinya (Merlyna Lim), Jejaring ‘Bio-Politics’ (Arie Setyaningrum), Medium Baru, Eksplorasi Baru (Nuraini Juliastuti), Wawancara Patrick Coppock dengan Umberto Eco: Percakapan tentang Informasi (diterjemahkan oleh Antariksa), Kartu…

Newsletter KUNCI #14

Diterbitkan September 2004. Isi: Mimpi-mimpi Menuju Bintang (Yuli Andari M), Transkrip wawancara peserta AFI Yogyakarta, Dari Nada Dering Hingga Nyanyian Capres (Yuli Andari M), Arsip: Fenty Effendie, AFI dan Institusi Pendidikan Kita (Hokky…

Newsletter KUNCI #13

Diterbitkan Desember 2003. Isi: Politik Pakaian Muslim (Nuraini Juliastuti), Anak Muda Islam Indonesia: Lagunya enak, penampilannya sopan, Transkrip: Perkawinan Lintas Agama, Transkrip: Pacaran, Media Massa Islam Indonesia, Hari-hari lalu (Helena E Rea), Research…

Newsletter KUNCI #12 – Budaya Kota, Budaya Cewek

Diterbitkan Juni 2003. Isi: Anak Kota Punya Gaya, Arus Mimpi Perkotaan di Negara Bekas Jajahan (Primanto Nugroho), Jogja Never Ending Graffiti (Adipta Dipta Anindita), Budaya Cewek, Perempuan Cinta dan Melodrama, Meteor Mimpi Meteor…

Newsletter KUNCI #11 – Studi Selebritis

Diterbitkan Februari 2002. Isi: Media selebritis di Indonesia (Nuraini Juliastuti), Selebritis dan Kelas Sosial, KD di Media (Yuli Andari M), Budaya sebagai medan pertarungan kuasa (Antariksa), Glokalisasi (M Sholahuddin). Silahkan unduh di link…

Newsletter KUNCI #10 – Keintiman

Diterbitkan Januari 2002. Isi: Studi Emosi (Antariksa), Kumpul Kebo, Balada Adi dan Nanda (Nuraini Juliastuti), Keintiman Gay (Jalu Priyambodo), Sekali Lirik Oke Sajalah: Cinta Menurut Gadis 17 Tahun, Dari Negara ke Coca-Cola: Kajian…

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in