Andy Fuller: Memahami Seno, dan menghadapkannya dengan pascamodernisme
Click here for English article Keroncong Pembunuhan adalah sebuah cerita pendek yang ditulis di tengah 1980an. Ia berkisah tentang pembunuhan yang terjadi di tepi sebuah kolam renang. Keroncong adalah bagian penting dari kisah…
Andy Fuller: Reading Seno Against Postmodernism
Klik di sini untuk artikel dalam bahasa Indonesia Keroncong Pembunuhan is a short story written in mid-1980s. It tells the story of a pool-side killing. Keroncong music is a vital part of…
An Unfinished Story of the Source of Good Food
The fridge in my house in Surabaya is perpetually in a state of chaos. To describe it succinctly, it resembles a repository where a jumble of different kinds of food wrapped in plastic…
Catatan atas Catatan Perang Hari Ini
oleh Nuraini Juliastuti Saya akan berbicara tentang perang nilai. Tulisan ini adalah kompilasi catatan yang saya kumpulkan dari penggalan-penggalan peristiwa dan ingatan-ingatan pribadi saya atas hal-hal yang saya kategorikan sebagai perang nilai itu….
Workshop Penerjemahan “The Wealth Of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom” (Yochai Benkler,2006)
Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI publication menyelenggarakan semiloka penerjemahan buku ”The Wealth Of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom” yang ditulis oleh…
Komunike #6
I. Salon Apokalips SELAMA tidak ada orang seperti Stalin yang menghembuskan nafasnya di tengkuk kita, mengapa tidak membuat beberapa karya seni yang dipersembahkan untuk… pemberontakan? Tidak soal kalau ini “tidak mungkin”. Apa lagi…
Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya
Berikut adalah wawancara versi lengkap Shobhan Saxena dengan Slávoj Zizek, “Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya” (versi yang belum disunting oleh The Times of India), yang diterjemahkan dari versi yang…
Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual
Mrazek mewawancarai orang-orang tua terkemuka di Jakarta selama tahun 1990, 1995, dan 2000. Masa pendudukan Jepang dan sekitar kemerdekaan, dilihat Mrazek sebagai transisi dari kolonialisme ke poskolonialisme. Lantas mengapa intelektual dan kaum urban terkemuka? Mrazek berasumsi bahwa mereka adalah elit terdidik, tersentuh dengan kultur pendidikan barat dan modernitas imperial yang bersifat sekuler. Pada tahun 1930-an, jumlah mereka tidak lebih dari 0,5 persen, namun mempunyai kekuatan penentu dalam menciptakan kemerdekaan dan memaknai ruang perkotaan.
Workshop Penerjemahan “Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Lock Down Culture and Control Creativity” (Lawrence Lessig, 2004)
Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI menyelenggarakan workshop penerjemahan buku ” “Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Lock Down Culture…
Tiga Usia Jacques Derrida
Derrida berbicara tentang arti biografi, tuhan, filsuf perempuan, kematian, dan usia manusia dalam sebuah perbincangan dengan Kristine McKenna dari LA Weekly.
Koleksi Terbaru Perpustakaan KUNCI September-November 2009
Perpustakaan Kajian Budaya KUNCI mengoleksi buku teks, jurnal, makalah, laporan penelitian, kertas kerja tentang kajian budaya. Selain itu perpustakaan juga memiliki koleksi media alternatif (zine) dan transkrip hasil diskusi. Tema-tema khusus yang menjadi…
“Aku Ingin…” : Call for Anonymous Participation
[scroll down to read in Bahasa Indonesia] We have just started the Anonymous Writers Club with “Aku Ingin (I Want)”. Please contribute your lines, and make a complete story from it. Kami baru…
The Launch of Megamix Militia Project, Two Film Screenings, and a Discussion about Copyright
Jum’at 11 September 2009: Pemutaran Film “Good Copy Bad Copy” Sabtu 12 September 2009: Pemutaran Film “RIP: A Remix Manifesto” + Sosialisasi Project: Megamix Militia + Diskusi bersama Nuraini Juliastuti Tempat dan Waktu: Jalan Gayam 16 Yogya, 16.00-20.00WIB…
Putih
Oleh Yuli Andari M. Sejak kecil saya telah menyukai pantai. Bila ada kesempatan di akhir pekan, saya menyempatkan diri ke pantai bersama teman-teman atau kerabat. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di pantai dengan berbagai…
BlockNot Prose & Poetry
Ugoran Prasad tentang BlockNot. BlockNot merupakan salah satu media sastra alternatif yang tumbuh dari sebuah jaman di mana gagasan-gagasan baru berputar dengan sangat cepat dan sibuk mencari tempatnya masing-masing di penghujung 1990an: baik…
Mengkonstruksi Millenium Bug: Kepercayaan, Bahaya, dan Ketidakpastian Teknologis
1999 hendak berganti menjadi 2000. Seluruh dunia berdebar. Millenium Bug tiba katanya. Kita harus bersiap. Saat itu kami menerjemahkan esai menarik karya Jennifer Ruth Fosket dan Jennifer Fishman. Ini adalah arsip dari terjemahan…
Demam K-Drama dan Cerita Fans di Yogya oleh YULI ANDARI M
Yuli Andari menuliskan pengamatannya tentang demam drama Korea dan para fans di Yogyakarta. Laporan ini dibuat pada tahun 2006.
Newsletter KUNCI #19
Diterbitkan Januari 2008. Isi: Transformations of moslem fashion in Indonesian society, Homoseksualitas di persimpangan jalan sempurna, Copyright regime.
Newsletter KUNCI #18
Diterbitkan Oktober 2007. Isi: Sepenggal Kisah Miss Riboet Orion dan Dardanella, Persahabatan sebagai jalan hidup, Deepavali and Malaysia, The Sungdu-An 3: Making the local, National unity crash course, The clash between producers.
Newsletter KUNCI #16
Diterbitkan April 2007. Isi: Yogya yang cepat dan semakin cepat (Ferdiansyah Thajib), Rambut dan Sejarah Indonesia (Aria W.Yudhistira), Aceh Nun Jauh Dipandang (Helena E Rea), Partha Chaterjee dan Nalar Kolonial (Antariksa). Silahkan unduh…













