Nuraini Juliastuti

Bahasa Inggris, turisme, dan volunter

Catatan ini merefleksikan penggunaan bahasa Inggris dan kebergantungan Tiny Toones pada para volunter asing dalam menyelenggarakan aktivitas mengajar sehari-hari. Lebih jauh, catatan ini membuka pintu observasi lebih jauh atas bagaimana peran para aktivis Tiny Toones yang juga adalah orang lokal. Apakah mereka tepat untuk disebut sebagai mediator budaya?

Bahasa Tubuh sebagai Alternatif Jalan Menuju Spekulasi Penerjemahan yang Lain

Tidak bisa berbahasa Khmer dan tidak bisa berbahasa Inggris menjadi kebingungan awal dalam perbincangan bersama salah satu pengajar dan salah satu murid di Tiny Toones. Tersesat dalam penerjamahan dan membuka makna bahasa menjadi lebih luas–tidak hanya verbal melainkan bahasa tubuh–tidak mungkin terelakkan lagi. Namun pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana bisa pengalaman tersesat dalam penerjemahan dianggap sebagai proses pertukaran pengetahuan tanpa harus menganggap salah satu bahasa sebagai penyebab kesesatan atau kebingunan­–karena jika iya maka secara tidak langsung akan menganggap bahwa bahasa tertentu sebagai dominasi kuasa dalam praktik komunikasi sehari-hari?

Crab, ktam, Ketam: Pertukaran pengetahuan tanpa berbasis hasil

Pertukaran macam apa yang bisa diproduksi dari proses belajar dimana si pengajar dan si murid tidak saling menguasai bahasa masing-masing? Apakah proses belajar bisa dimaknai ulang sebagai pertukaran pengetahuan dimana posisi pengajar dan murid dipandang setara, dan juga bahasa tidak dipandang sebagai faktor determinan yang menentukan proses belajar? Apakah makna ‘hasil’ dalam proses belajar yang seperti ini? Tulisan ini mencatat hasil amatan atas proses belajar bahasa Inggris yang berlangsung di Tiny Toones. Ia berusaha mendokumentasikan temuan-temuan atas pertukaran nonhasil yang berlangsung dalam aktivitas belajar.

Upaya Membangun “Rumah” Melalui Ruang Seni Alternatif di Phnom Penh

Phnom Penh memiliki lanskap kota yang menarik. Perbedaan masing-masing area di Phnom Pehn terlihat sangat mencolok. Bahkan, bisa saja jarak antar satu area dengan area lainnya hanya 2 kilometer namun kesenjangan terlihat dengan…

Kesan Pertama Berada di Tiny Toones, Phnom Penh

Tiny Toones sebagai ruang pendidikan seni alternatif memiliki poin menarik untuk diperbincangkan baik dari segi seni, komunitas maupun pendidikan. Sasaran utama bagi program pendidikan mereka adalah anak usia 6-17 tahun. Rentang usia ini didapat dari permasalahan anak-anak hingga remaja yang dihadapkan dengan banyaknya transaksi narkoba di sekitar mereka.

Melihat Praktik Pendokumentasian Melalui Tuol Sleng Genocide Museum

Semua kisah sedih dan situasi mencekam dari tragedi Khmer Rouge berhasil diceritakan oleh audio guide museum, foto dokumentasi pada tahun tragedi penyiksaan yang sangat jelas tanpa ada sensor hingga desain bangunan fisik museum yang seolah membiarkan semua tragedi ini terlihat oleh publik sekaligus mesin waktu.

USD, KHR, dan Politik Perasaan atas Jumlah

Kebingungan atas pemakaian mata uang United States Dollar dan Cambodian Riel di Phnom Penh menimbulkan perasaan tidak pasti. Ketidakpastian ini muncul karena tidak yakin atas jumlah uang yang diterima, juga khawatir akan potensi penipuan uang. Tulisan ini mencatat politik pertukaran mata uang sebagai karakter penting dalam pergaulan sehari-hari di tingkat lokal. Ia perlu dipertimbangkan dalam proyek penelitian tentang ruang seni independen dan pendidikan alternatif di Kamboja yang dilakukan Kunci ini.

Perasaan Gugup dan Ketidakbiasaan dalam Proses Penelitian

Perasaan gugup dan unfamiliarity, ketidakbiasaan, mempengaruhi pertemuan pertama saya dengan Phnom Penh. Ia adalah perasaan yang mempengaruhi nada dan emosi awal sebagai peneliti asing di kota ini.

Buklet Kata Kunci Praktik Teknologi Vernakular di Indonesia

Buklet Kata Kunci Praktik Teknologi Vernakular di Indonesia lahir dari Kultur Cell–sebuah proyek penelitian yang bertujuan untuk menelusuri praktik-praktik sosial baru yang tercipta dari penggunaan handphone. Kultur Cell merupakan bagian dari proyek riset…

Gelar Editorial Sekolah Salah Didik: Belajar Dari Bawah

Gelar Editorial Sekolah Salah Didik: Belajar dari Bawah adalah presentasi publik dari pengalaman 1,5 tahun belajar bersama melepaskan otoritas dan hirarki dari pengertian sekolah yang umum.

Afterwork Readings

Afterwork Readings merupakan salah satu perpanjangan proyek A Room of Their Own, kerja sama antara KUNCI Cultural Studies Center, Yogyakarta, dan Para Site, Hong Kong. Pada awal 2015 kami menerima undangan Para Site untuk melakukan penelitian tentang buruh domestik migran di Hong Kong dan kemudian tertarik pada komunitas penulis dan perpustakaan bergerak buruh migran Indonesia di Victoria Park. Mereka pulalah yang kemudian menjadi partisipan utama dan motor penggerak proyek ini.
Berdasarkan riset tentang aktivitas baca tulis di kalangan buruh domestik migran, A Room of Their Own diniatkan sebagai proyek jangka panjang yang berisi beragam aktivitas–kelompok baca, penerbitan dan proyek buku-audio. Kami memulainya dengan menyelenggarakan Klub Baca Selepas Kerja, klub baca enam sesi yang didedikasikan pada bacaan tentang pergerakan dan perpindahan. Untuk kegiatan ini kami memilih naskah cerita pendek dan drama dari penulis-penulis Indonesia dengan genre dan gaya menulis yang ber- beda-beda serta menyelipkan beberapa tulisan dari buruh-penulis yang sudah pernah diterbitkan.

Afterwork Reading Club

KUNCI is invited to take part in Hong Kong’s Migrant Domestic Workers Project–a new project of Para Site, a leading contemporary art institution in Hong Kong. KUNCI’s research culminates in the August launch of A Room of Their Own, a project which comprises different activities–reading groups, publications, and audio-book projects. As a start we conduct Afterwork Reading Club, a reading group of six sessions dedicated to the literature on modes of gendered migration.

On Food and Travel

I fell asleep for 30 minutes in the early part of the flight from Vienna to Amsterdam last week. It was Saturday, September 1, 2012. I initially thought that the aircraft was still…

Andy Fuller: Memahami Seno, dan menghadapkannya dengan pascamodernisme

Click here for English article Keroncong Pembunuhan adalah sebuah cerita pendek yang ditulis di tengah 1980an. Ia berkisah tentang pembunuhan yang terjadi di tepi sebuah kolam renang. Keroncong adalah bagian penting dari kisah…

Andy Fuller: Reading Seno Against Postmodernism

Klik di sini untuk artikel dalam bahasa Indonesia   Keroncong Pembunuhan is a short story written in mid-1980s. It tells the story of a pool-side killing. Keroncong music is a vital part of…

An Unfinished Story of the Source of Good Food

The fridge in my house in Surabaya is perpetually in a state of chaos. To describe it succinctly, it resembles a repository where a jumble of different kinds of food wrapped in plastic…

Catatan atas Catatan Perang Hari Ini

oleh Nuraini Juliastuti Saya akan berbicara tentang perang nilai. Tulisan ini adalah kompilasi catatan yang saya kumpulkan dari penggalan-penggalan peristiwa dan ingatan-ingatan pribadi saya atas hal-hal yang saya kategorikan sebagai perang nilai itu….

Workshop Penerjemahan “The Wealth Of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom” (Yochai Benkler,2006)

Sebagai bagian dari komponen penerjemahan dalam proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”, KUNCI publication menyelenggarakan semiloka penerjemahan buku ”The Wealth Of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom” yang ditulis oleh…

Komunike #6

I. Salon Apokalips SELAMA tidak ada orang seperti Stalin yang menghembuskan nafasnya di tengkuk kita, mengapa tidak membuat beberapa karya seni yang dipersembahkan untuk… pemberontakan? Tidak soal kalau ini “tidak mungkin”. Apa lagi…

Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya

Berikut adalah wawancara versi lengkap Shobhan Saxena dengan Slávoj Zizek, “Dulu mereka menyebut saya pelawak, sekarang saya disebut pemikir berbahaya” (versi yang belum disunting oleh The Times of India), yang diterjemahkan dari versi yang…

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in