Antariksa

Proyek Nenek (The Nenek Project)

Dalam Proyek Nenek kami (lifepatch, Cindy Lin, dan Stefanie Wuschitz) ingin belajar dari para nenek yang hidup di Jawa. Bagaimana mereka memahami teknologi? Pengetahuan dan praktik mana yang mereka pilih untuk dibagikan kepada generasi berikutnya? Mempelajari hal ini akan memberitahu kita tentang struktur pengasuhan dan kepercayaan yang mereka jalani dan bagaimana mereka merawat struktur tersebut.

Talk in Commons

This year, KUNCI and Stedelijk Museum Bureau Amsterdam are working together in a collaborative project entitled “Made in Commons”. The collaboration involves artists based in Indonesia and The Netherlands. Broadly speaking, “Made in Commons” aims at exploring the productive aspects of commons in local cultural spheres, while investigating the historical and transnational relations that inform and shape commons-based practices in knowledge production, through several case studies.

What is This Thing Called Discipline?

‘What is this thing called Discipline?’ is a presentation about the Melbourne, Australia-based contemporary art journal, Discipline. It will discuss the journal’s editorial project, its physical structure, as well as its art historical background and ambitions—focusing particularly on the theorisation of contemporary art as a specific entity, rather than reverting to the term ‘pluralism’ as a descriptor and interpretative framework for talking about the multeity of contemporary art practices around the world today.

The Wasteland Twinning Network Forum

The Wasteland Twinning Network Forum will bring together the international project partners of the Wasteland Twinning Network from Europe, Asia, USA and Australia. Hosted at the Zentrum für Kunst und Urbanistik, the Forum will feature presentations, guest speakers, critical debates, Twinning Ceremonies, wasteland interventions and workshops | 21-23 September 2012 at ZK/U, Berlin

Umberto Eco: Kita Menyukai Daftar Karena Kita Tidak Mau Mati

Daftar adalah asal kebudayaan. Ia adalah bagian dari sejarah seni dan sastra. Apa tujuan kebudayaan? Membuat ketakterhinggaan menjadi bisa dipahami. Kebudayaan juga mencipta keteraturan—tidak selalu, tapi seringkali. Dan bagaimana, sebagai manusia, seseorang menghadapi ketakterhinggaan? Bagaimana seseorang berusaha menggenggam yang-tak-terhingga?

Slavoj Žižek: Pemberontakan Kaum Borjouis Bergaji

Jutaan orang masih membeli perangkat lunak Microsoft karena Microsoft telah menetapkan dirinya sebagai standar yang nyaris universal, memonopoli pasar, sebagai salah satu perwujudan dari apa yang Marx sebut ‘kecerdasan umum’ (general intellect), yang maksudnya adalah pengetahuan kolektif dalam segala bentuknya, dari pengetahuan ilmiah hingga pengetahuan praktis bagaimana-caranya.

Peluncuran & Diskusi Buku Savitri Scherer: Pramoedya Ananta Toer Luruh dalam Ideologi

Sabtu, 28 Januari 2012, 10.00-14.00 WIB di KUNCI Cultural Studies Center Jl. Langenarjan Lor 17B Yogyakarta Narasumber: Savitri Scherer, Ajip Rosidi, dan Katrin Bandel Bagaimanakah dan sejak kapan serta lantaran apakah sastrawan terkemuka…

Nomadic Sound Machine: A Talk with Dylan Martorell

Nomadic Sound Machine: A Talk with Dylan Martorell Thrusday, 1 December 2011| 5 pm – end at KUNCI Cultural Studies Center, Jl Langenarjan Lor 17 B, Yogyakarta. [Geser ke bawah untuk teks versi…

Ricardo Piglia: Tesis-tesis tentang Cerita Pendek

Dalam salah satu buku catatannya, Chekhov merekam sebuah anekdot: “Seorang lelaki di Monte Carlo pergi ke casino, menang sejuta, pulang, bunuh diri”. Bentuk klasik cerita pendek terdapat pada nukleus masa depannya, pada kisah yang tak tertuliskan…

Slavoj Žižek – Q&A

Wawancara Rosanna Greenstreet dengan Slavoj Žižek; tentang cinta, seks, bau pohon yang membusuk, dan sebuah rahasia.

The Babbling Art

An evening, Popok Triwahyudi came to my house with a mountain-sized question, what is the role of art for the people? I wondered whether he is serious or joking with such a question. I thought it’s rather surprising. How could, in these days, an artist, and even a contemporary artist, ask a question about his role for the people? Hence, I gave him a question, which artist and which art that you mean? He said, of course the artist and their works we often see in galleries and be published in Sunday papers. In brief, the contemporary artists… Oh, I see. Then I asked him more question, which people? He replied, surely the common people, the ordinary ones we meet in kampongs. Then I said to him, if that is the case, the answer is clear: the role is absent! We know that it’s difficult for most people to understand and appreciate artworks exhibited in contemporary art galleries. What hey know is that art is usually used for entertainment, commemorating a moment or someone worthy of remembrance. That’s the concept of beauty in people’s mind. Hence beautiful, more or less, should also be effective and efficient.

Intelektual, Gagasan Subaltern, dan Perubahan Sosial

Oleh Antariksa Peran intelektual dalam perancangan dan perubahan sosial telah lama menjadi bahan perdebatan, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Secara ringkas, bisa digambarkan bahwa sebagian berpendapat intelektual seharusnya “berumah di atas angin”….

Menjadi Modern dengan Kaos

Oleh Antariksa Dibanding jenis pakaian lainnya, sejarah kaos oblong [1] sebenarnya belumlah terlalu panjang. Kemungkinan besar kaos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kaos berbahan katun biasanya dipakai oleh…

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in