admin

Voyages Through Invisibles: Workshop with Andrea Solano

17th December 2015, 10.00 am at Pusat Studi Lingkungan  Sanata Dharma University In this workshop with Andrea Solano, artist from Bogotá, Colombia, we will learn on how to construct a site for meditative…

Workshop tentang Commons Kontroversial

Commons adalah istilah yang menjelaskan keadaan alam tempat kita bergantung dan berusaha. Ia adalah alam sebelum dimiliki oleh individu atau perusahaan-perusahaan. Ia adalah tanah dan sumberdaya sebelum diprivatisasi. Ia adalah mineral dan tanaman sebelum dijadikan komoditas. Hari ini alam terancam oleh privatisasi dan dorongan atas profit. Hal ini menyebabkan aksi membatasi, mencuri dan mengawasi commons. Aksi-aksi tersebut menimbulkan kontroversi yang merenggut, mempolarisasi dan meletakkan kita dalam hubungan satu sama lain dengan cara-cara yang memberdayakan maupun yang dekstruktif.

Locating the Discursive Formation of Art

Thinking In Critical Constellations endeavours to bring into focus on the thinking about art, and raises a fundamental question: how we think about what we are doing? Furthermore, how we can step out from our respective backyard to learn, to discuss, and to understand about the other land where the dynamics of critical dialogue arises as well as the self-reflecting process starts?

Rabbit Hole Theory: The Ignorant Schoolmaster

Senin, 27 April 2015, 18.00 | KUNCI memilih The Ignorant Schoolmaster: Five Lessons in Intellectual Emancipation (Le Maître ignorant: Cinq leçons sur l’émancipation intellectuelle, 1987) sebagai bahan pemantik diskusi untuk menyegarkan pandangan-pandangan kita tentang beberapa hal, antara lain mengenai praktik pendidikan formal dan non formal, wacana dalam modus kesenian yang terlibat, serta pertanyaan tentang posisi intelektual di tengah masyarakat.

Toilet Tissue and Other Formless Organisational Matters

An edited excerpt from Curating Organisations (Without) Form: A public conversation between Antariksa, Binna Choi, Syafiatudina, Emily Pethick, and Ferdiansyah Thajib on how commons-orientated organisations work in the field of art, culture and social practices, across Indonesia, the Netherlands and UK. Held on 31st January 2015 at KUNCI Cultural Studies Center, Yogyakarta.

Kathryn Milun – Commons: Non-modern Arts of Governing in a Modern World

In this talk I will lay out an argument for why I believe commons have become an important historical reality, re-emerging as a multi-faceted political, legal, economic and ecological strategy and framework in our current era where the modern institutions enabling global, industrial capitalism have brought us to a tipping point of planetary climate disaster and expansive social inequality.

Marina Vishmidt – The Manifestation of the Discourse of the Commons in the Field of Art

Today I will be developing a few of the themes from a text I wrote some months ago on the manifestation of the discourse of the commons in the field of art, especially ‘commons’ as a concept, ethic or tool to revise organisational strategies and critical practices that would define themselves in proximity to social engagement or community work.

Strukturalisme Levi-Strauss di Indonesia

Adakah pengaruh strukturalisme Lévi-Strauss di Indonesia? Kalau ada, seperti apa? Di kalangan yang mana ia menunjukkan pengaruh? Kalau tidak ada atau kurang terlihat, mengapa? Hedy-Shri Ahimsa Putra mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Catatan Lepas Kuliah: Posmodernisme Perancis di Indonesia

Karya-karya para pemikir Perancis telah lama menjadi sumber inspirasi, dan menyumbangkan arti bagi perkembangan intelektualisme di negeri ini. Dalam Public Culture Series kerjasama KUNCI dan LIP pada Maret 2009 lalu, ST Sunardi bicara soal perkembangan posmodernisme Perancis di Indonesia.

Catatan Sejarah Indonesia: Sebuah Perspektif Perancis

Lewat karya gigantik “Nusa Jawa Silang Budaya”, Denys Lombard merupakan salah satu sejarawan Perancis yang dikagumi para intelektual Indonesia. Bagaimana ilmu sejarah Perancis berperan dalam dan berhubungan dengan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia? Remy Madinier (IRASEC/EFEO) membagi pengalamannya kepada kita semua.

Menelusuri Jejak Prancis dalam Pemikiran Historiografi Indonesiasentris

Kekosongan substantif dan metodologis dalam dalam kajian sejarah yang tidak bisa ditutup oleh referensi ilmiah berbahasa Inggris dan Belanda (acuan utama sejarah selama ini) terbukti bisa diisi oleh kehadiran buku dan monografi berbahasa Perancis. Tetapi, menurut Bambang Purwanto, hubungan ilmuwan sejarah Indonesia dan Perancis justru tidak berkembang.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in