admin

The Autonomous Fabric: On Self-organization and Education

Sunday, 19th November 2017 4pm, at KUNCI Cultural Studies Center Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron Yogyakarta KUNCI would like to invite you to join the discussion which entitled The Autonomous Fabric: Self-organization and Education. The…

Sesi Rak Buku Berhantu (Haunted Bookshelf Session)

(Scroll for english version) Workshop bersama Read-in: Annette Krauss (seniman residensi KUNCI) dan Sanne Oorthuizen Senin, 9 Oktober 2017 Pk 15.00 – Pk 17.00 di Kunci Cultural Studies Center Sesi Rak Buku Berhantu…

Telinga-telinga Cenayang dari Selatan (Southern Clairaudience)

(scroll for English version) Workshop bersama seniman residensi Kunci, Hong Kai Wang Jumat, 6 Oktober 2017 Pk 14.30 – Pk. 17.00 di Kunci Cultural Studies Center Hantu hitam, atau “oo-kui” dalam pelafalan bahasa…

Symposium Tropical Dissonance: Decolonizing knowledge through ethnographic archives

Tuesday 6th June 2017, 11am – 4pm, Tropenmuseum, Linnaeusstraat 2, 1092 CK Amsterdam Heterotropics and the Research Center for Material Culture are pleased to announce the symposium Tropical Dissonance: Decolonizing knowledge through ethnographic archives on…

Belajar Mendengar dengan Nguping Rekaman

  NGUPING records mengoperasikan gagasannya dengan merilis arsip-arsip audio yang bersemayam di laci-laci penyimpanan milik organisasi maupun perorangan sebagai sebuah album “musik.” Inisiatif kami ingin memperluas pengertian musik bukan semata sebagai hasil komposisi dis/harmoni vokal…

KUNCI in Auckland as part of Politics of Sharing exhibition

Exhibition dates: March 4 – April 1, 2017 Venue: ICL Building, Level 7, 10 – 14 Lorne Street, Auckland Central Open 10am – 6pm Tuesday to Friday & 11am – 4pm Saturdays Every exhibition is a collectively…

Who is Ratu Pantai Selatan? Conversation with Karina Roosvita dan Vicky Gerrard

Kamis, 9 Maret 2017, 17.30 | Vicky dan Vita tengah mengekslorasi bagaimana mitologi dipakai untuk mendokumentasikan perubahan di sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta dirasakan oleh orang-orang yang hidup di sana. Mereka telah menyusuri Pantai Selatan, mengundang orang-orang untuk menuturkan kembali kisah Ratu Pantai Selatan dan bagaimana kisah ini masih relevan bagi mereka kini. Kisah-kisah yang dikumpulkan ini akan dipadukan kedalam sebuah narasi bersama dan dipakai untuk menghasilkan sebuah dialog inklusif tentang perubahan yang terjadi di sepanjang pantai, bagaimana perubahan ini memengaruhi komunitas yang hidup di sana dan tindakan apa yang bisa diambil untuk bisa berperanserta secara positif dalam perubahan ini.

Klub Numpang Baca

Maret-April 2017 | Klub Numpang Baca menyusun rute-rute spekulatif yang mempertemukan riuh rendah makna dalam teori dan wacana dengan hingar bingar suasana di ruang privat dan publik sebuah kota. Perjalanan akan kita tempuh dengan menumpang pada bahu raksasa pengetahuan-pengetahuan yang terdahulu, dengan bimbingan kenyamanan atau ketidaknyamanan yang dapat ditawarkan oleh suatu tempat.

Pengumuman untuk Kelompok Perintis Sekolah Salah Didik KUNCI

KUNCI telah memilih 21 nama untuk bergabung dengan kami sebagai kelompok perintis Sekolah Salah Didik. Berikut adalah daftar nama yang telah kami pilih; Afan Refanol Andhika Wicaksono Asandini Ningrum Daud Sihombing Dholy Husada Fahmi…

Things We Don’t Understand in School: A conversation with Ruth Noack

Saturday, 13th August 2016, 3 pm at KUNCI Cultural Studies Center Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron Yogyakarta (Geser untuk teks dalam Bahasa Indonesia) KUNCI invites you to discuss with Ruth Noack about the critical notion…

Seni dan Dongeng Kancil dalam Pendidikan di Taman Siswa

Ki Hadjar Dewantara memandang Seni sebagai medium untuk “memasakkan jiwa dan raga anak, hingga kelak menjadi derajat manusia yang utama”. Salah satu contoh yang menarik di Taman Siswa adalah pembelajaran Seni Sastra (Tulis dan Lisan), Sari Swara dan Langen Carita (Opera Jawa) dengan menggunakan salah satu versi Serat Kancil, karangan ayahanda Ki Hadjar Dewantara, K.P.H. Sasraningrat. Selain diceritakan di dalam kelas, dongeng kancil juga digubah menjadi Langen Carita. Para pamong (pengajar/pendamping) Taman Siswa percaya bahwa ketika siswa mempraktekkan peran, gerak, tari, dan suara, maka mereka akan mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat; selaras dengan konsep Ki Hadjar Dewantara Tri Na (Tiga N): Nonton (melihat/mengamati), Niteni (mengingat/menandai), dan Niru (mencontoh/meniru). Soal-soal tersebut akan dibahas oleh Rendra Agusta, peneliti dan pustakawan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, pada Senin, 30 Mei 2016, mulai 15.00, di KUNCI Cultural Studies Center.

Politics of Sharing – On Collective Wisdom

What does sharing mean today, and under which conditions does it take place? What are the spaces and places of community, and how can we maintain and revive them? From which concepts of community and collective knowledge can we learn? The research and exhibition project by the ifa in cooperation with the Artspace NZ Auckland, New Zealand, brings together artistic and sociological positions from the Pacific region with European perspectives, projecting manifold points of views on the practices of sharing, collaborative modes of production and collective knowledge systems.

Rabbit Hole Theory: How to Understand the World

KUNCI mengundang Anda untuk bergabung dalam sesi diskusi Rabbit Hole Theory mengenai cara-cara untuk memahami dunia, khususnya melalui metode penelitian. Berangkat dari kajian mengenai sains, antropologi, geografi dan disiplin terkait lainnya, sesi diskusi ini berupaya untuk mempelajari bagaimana obyek atau benda membentuk representasi dan apa maknanya bagi kita. Pembahasan ini akan dilakukan melalui pembacaan terhadap empat teks, yaitu: “The City is a Medium” oleh Friedrich A. Kittler dan Matthew Griffin, “Circulating Reference: Sampling the Soil in the Amazon Forest” oleh Bruno Latour, “After Method: Mess in Social Science Research” oleh John Law, dan “The Mushroom at the End of the World: On the Possibility of Life in Capitalist Ruins” oleh Anna Lowenhaupt Tsing.

Getting to Know a Few Hundred Degrees

Science is often considered a master of certainty with privileged access to nature. However, when it comes to volatile and highly unpredictable environments like volcanoes (earthquakes, tsunami’s, and landslides too) science operates in murkier territory. This talk will focus on selected episodes in the history of science on Mt. Merapi in the twentieth century. It will ask questions such as: what does it look like to ‘know’? How is it performed? Is certainty just an effect of technological devices and tools, the real masters of truth? What is the role of the fragile human body in volatile environments?

What’s going on at Ongoing

Currently in the Indonesia—hosted by KUNCI Cultural Studies Center, Nozomu Ogawa is doing research about alternative art initiatives and spaces in South East Asia. He will give a talk about Art Center Ongoing, an alternative art space he runs in Tokyo, and also like to know more about the way how we survive, as an alternative art initiatives, in Yogyakarta. So please come and join the discussion!

Socially-Engaged Art & Design in Public Spaces from a Polish Perspective

Since 2014 curator Marianna Dobkowska work together with researcher Kris Lukomski on the artist exchange between Indonesia and Poland and explore art communities and socially-engaged initiatives in Indonesia. The conversation at KUNCI is a mirror-reflection of the specified issues from the Polish perspective and an introduction to the socially-engaged projects and communities from Poland. It will eventually be the preview of the exhibition & public program that are planned in Jakarta in June and July 2016, that will present the variety of art-initiatives, art and design works selected by curators to shape the image of contemporary Poland and its social backgrounds.

Voyages Through Invisibles: Workshop with Andrea Solano

17th December 2015, 10.00 am at Pusat Studi Lingkungan  Sanata Dharma University In this workshop with Andrea Solano, artist from Bogotá, Colombia, we will learn on how to construct a site for meditative…

Workshop tentang Commons Kontroversial

Commons adalah istilah yang menjelaskan keadaan alam tempat kita bergantung dan berusaha. Ia adalah alam sebelum dimiliki oleh individu atau perusahaan-perusahaan. Ia adalah tanah dan sumberdaya sebelum diprivatisasi. Ia adalah mineral dan tanaman sebelum dijadikan komoditas. Hari ini alam terancam oleh privatisasi dan dorongan atas profit. Hal ini menyebabkan aksi membatasi, mencuri dan mengawasi commons. Aksi-aksi tersebut menimbulkan kontroversi yang merenggut, mempolarisasi dan meletakkan kita dalam hubungan satu sama lain dengan cara-cara yang memberdayakan maupun yang dekstruktif.

Locating the Discursive Formation of Art

Thinking In Critical Constellations endeavours to bring into focus on the thinking about art, and raises a fundamental question: how we think about what we are doing? Furthermore, how we can step out from our respective backyard to learn, to discuss, and to understand about the other land where the dynamics of critical dialogue arises as well as the self-reflecting process starts?

Rabbit Hole Theory: The Ignorant Schoolmaster

Senin, 27 April 2015, 18.00 | KUNCI memilih The Ignorant Schoolmaster: Five Lessons in Intellectual Emancipation (Le Maître ignorant: Cinq leçons sur l’émancipation intellectuelle, 1987) sebagai bahan pemantik diskusi untuk menyegarkan pandangan-pandangan kita tentang beberapa hal, antara lain mengenai praktik pendidikan formal dan non formal, wacana dalam modus kesenian yang terlibat, serta pertanyaan tentang posisi intelektual di tengah masyarakat.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in