Things We Don’t Understand in School: A conversation with Ruth Noack

documenta 12

Saturday, 13th August 2016, 3 pm
at KUNCI Cultural Studies Center
Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron
Yogyakarta

(Geser untuk teks dalam Bahasa Indonesia)
KUNCI invites you to discuss with Ruth Noack about the critical notion of study through resisting the fixed forms of school. Can we imagine different ways of organizing education outside of the dominant model? How to reimagine what we already know about school?

Noack is interested in learning about informal and formalised local practices of teaching art and hopes that people will contribute to the discussion with their ideas. In turn, she would like to talk to you about her vision of making a Museum in a School. This vision has developed out of her experience with both teaching and curating since the 1990s, with its drawbacks and its pleasures. But at the basis of her practice is the conviction that art has the capacity to make a kind of sense that we need in our lives. This is an attempt to rethink the relationship of the spheres of education and art with each other.

This event will be broadcasted online via Radio KUNCI, http://radio.kunci.or.id/

Ruth Noack trained as a visual artist and art historian, she has worked as author, art critic, university lecturer and exhibition maker since the 1990s. Noack was curator of documenta 12 (2007). Head of the Curating Contemporary Art Program, Royal College of Art, London (2012-13), she acted as Research Leader for the EU-project MeLa – European Museums in an age of migrations. Noack was Šaloun professor at the Academy of Fine Arts, Prague (2013-14) and lead the Gwangju Biennale International Curator Course in 2014. Since 2015, she is responsible for one of the DAI Roaming Academy trajectories.

(Versi Bahasa Indonesia)

Hal-hal yang Tidak Kita Pahami di Sekolah: Percakapan dengan Ruth Noack

Sabtu, 13 Agustus 2016, 15.00 WIB
di KUNCI Cultural Studies Center
Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron
Yogyakarta

KUNCI mengundang anda untuk terlibat dalam diskusi dengan Ruth Noack tentang “belajar” sebagai suatu gagasan kritis yang menentang pengertian sekolah sebagai institusi yang ajeg. Dapatkan kita membayangkan cara lain untuk mengorganisir bentuk pendidikan di luar model yang dominan? Bagaimana cara menciptakan imajinasi baru dari hal-hal yang sudah kita ketahui tentang sekolah?

Noack tertarik mempelajari praktik-praktik lokal dalam pengajaran seni secara formal dan informal dengan harapan dapat mendengar kontribusi ide dan gagasan dari peserta diskusi ini. Sebagai balasan, Ruth akan menceritakan rencananya untuk membangun Museum in a School, suatu rencana yang dikembangkan berdasarkan pengalamannya, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, sebagai guru dan kurator sejak 1990-an. Dasar dari praktik yang selama ini ditekuninya ialah keyakinan bahwa seni memiliki kapasitas untuk membentuk suatu sensibilitas yang kita butuhkan dalam hidup. Ini merupakan suatu upaya untuk memikirkan kembali hubungan lingkup pendidikan dan seni dengan yang lainnya.

Acara ini akan disiarkan online melalui Radio KUNCI, http://radio.kunci.or.id/

Ruth Noack dididik sebagai seniman dan sejarawan seni, ia telah bekerja sebagai penulis, kritikus seni, dosen dan kuratoe sejak 1990-an. Noack adalah kurator documenta 12 (2007). Selain pernah bekerja sebagai kepala program Curating Contemporary Art di Royal College of Art, London (2012-2013), ia juga bertindak sebagai kepala peneliti proyek Uni Eropa, MeLa– European Museums in an age of migrations. Noack pernah menjabat sebagai profesor di Academy of Fine Arts, Praha (2013-2014) dan memimpin kursus kurator Gwangju Biennale International pada tahun 2014. Sejak 2015, ia bertanggungjawab dalam salah satu trajektori DAI Roaming Academy.

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in