Rabbit Hole Theory: The Ignorant Schoolmaster

ignorant

 

Senin, 27 April 2015, 18.00
KUNCI Cultural Studies Center
Jln. Ngadinegaran MJ III/100 Yogyakarta
Gratis dan terbuka untuk umum

Untuk mengawali seri terbaru klub Rabbit Hole Theory yang telah diinisiasi KUNCI sejak 2011, kami mengundang Muhammad Al-Fayyadl untuk mengulas konteks, garis besar, peta dan dinamika dalam tubuh pemikiran filsuf Perancis Jacques Rancière. Fayyadl adalah alumnus program pascasarjana “Filsafat dan Kritik Kontemporer Kebudayaan” (Philosophie et critiques contemporaines de la culture), University of Paris-VIII, Vincennes-Saint-Denis, Prancis.

Acara ini dirancang sebagai prawacana sebelum dimulainya klub baca buku yang akan berlangsung dua minggu sekali setiap hari Senin, mulai 4 Mei 2015. Setiap pertemuan akan dibahas bersama satu bab dari buku The Ignorant Schoolmaster dan peserta diharapkan berkomitmen untuk membaca sebelum diskusi. 

KUNCI memilih The Ignorant Schoolmaster: Five Lessons in Intellectual Emancipation (Le Maître ignorant: Cinq leçons sur l’émancipation intellectuelle, 1987) sebagai bahan pemantik diskusi untuk menyegarkan pandangan-pandangan kita tentang beberapa hal, antara lain mengenai praktik pendidikan formal dan non formal, wacana dalam modus kesenian yang terlibat, serta pertanyaan tentang posisi intelektual di tengah masyarakat.

Dalam The Ignorant Schoolmaster, Rancière menyoroti eksperimen pegadogis Joseph Jacotot (1770-1840) untuk membantah asumsi bahwa pendidikan adalah proses di mana orang yang lebih tahu harus mengajarkan orang yang belum tahu. Menurutnya, sistem pedagogis yang bersifat didaktis hanya melanggengkan kesenjangan pengetahuan karena guru selalu diposisikan sebagai otoritas yang menentukan apa yang harus dan tidak harus diajarkan sehingga akhirnya guru akan selalu lebih tahu dari siswanya. Dengan cara pandang demikian, bisa dibilang bahwa model pendidikan semacam ini merupakan bentuk pembodohan ketimbangan pencerdasan. Jacotot menawarkan suatu metode emansipasi intelektual radikal yang percaya bahwa satu-satunya hal yang perlu diajarkan seorang guru pada muridnya adalah kenyataan bahwa sesungguhnya tidak ada satu hal pun yang bisa diajarkan guru pada muridnya.

 

Rabbit Hole Theory

Ikut kami, para medioker, yang janggal, biasa-biasa, yang luar biasa, siapapun. Yang lebih penasaran dan semakin penasaran. Kata-kata hebat, nama-nama besar, jalan lurus, jalan bersilangan, pikiran yang masuk akal, yang tak terpikirkan. Satukan apapun tali yang mengikat kita. Ikut kami. Masuk dalam-dalam ke dalam lubang kelinci. Di sini sedikit gelap dan sepi. Kemungkinan untuk tersesat teramat besar. Kemungkinan untuk selamat teramat kecil. Jangan takut, jangan pikir dua kali. Mari tersesat bersama. Selama kita bergandengan tangan, perjalanan melalui lubang kelinci akan terasa lebih menyenangkan.

http://rabbit.kunci.or.id

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in