Penciptaan Identitas Baru melalui Musik Tek-Tek Malioboro

Pemain Musik Tek-Tek Malioboro

Kamis, 11 Desember 2014, pukul 15.00 WIB – selesai
di KUNCI Cultural Studies Center
Ngadinegaran MJ3/100, Mantrijeron, Yogyakarta

KUNCI mengundang anda untuk hadir dalam presentasi proyek penelitian Brigitta Engla, Nikolas Nino dan Yudha Baskoro (mahasiswa Jurusan Antropologi, Universitas Gajah Mada) mengenai kelompok “musik tek-tek” di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Musik merupakan sebuah hasil kebudayaan yang tidak berdiri sendiri dan mampu mencerminkan kehidupan sosial karena memuat ide-ide dari suatu kelompok masyarakat. Begitu juga yang terjadi pada “musik tek-tek”—sebuah jenis musik yang berasal dari daerah Jawa Tengah (Banyumasan, Karisidenan Kedu), tepatnya Purbalingga. Musik yang menggunakan bambu sebagai komponen utamanya dibawa pertama kali ke Yogyakarta oleh kelompok asal Purbalingga bernama Calung Funk. Setelah kurang lebih lima tahun berada di kawasan Malioboro, musik ini seolah-olah telah melebur dengan lanskap dan soundscape dari kawasan tersebut. Lantas, bagaimana penciptaan identitas baru kelompok melalui musik dapat terjadi? Presentasi ini bertujuan untuk membagikan temuan-temuan awal dalam rangka merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang lebih tajam.

Brigitta Engla, Nikolas Nino, dan Yudha Baskoro adalah mahasiswa jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, yang sedang magang di KUNCI selama bulan Oktober hingga Desember 2014.

 

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in