Made in Commons: Indonesian Iteration

Poster-MIC-EN

Public Presentation
Made in Commons: Indonesian Iteration
Shows open 13th March 2015, 7PM – until 25th March 2015
at Jogja National Museum, Jl Amri Yahya No. 1, Yogyakarta, Indonesia

 

Geser ke bawah untuk versi Bahasa Indonesia


You are invited to the opening of “Made in Commons: Indonesian Iteration” at the Jogja National Museum. The public presentation will run from 13th until 25th March 2015. 

This event is an attempt to punctuate, represent and reflect following a whole year of critical investigation on/through commons via conversation, reading group, action-research, artists residency, and social practice conducted by artists, art collectives, researchers, community activists and members alike. 

Designated as the second installment of Made in Commons long-term project which was held for the first time in Stedelijk Museum Bureau Amsterdam (SMBA) in 2013, the 2.0 version underlines the process of creating collective moments and the funneling of all resources mobilized by those who are involved to the process of iterating such moments. These things are (re-)produced through methodically organizing actors and actions around durational and temporal engagements in theorizing and practicing commons.

The list of participants of the show curated by Syafiatudina of KUNCI Cultural Studies Center includes: Artlab ruangrupa (Hauritsa, Angga Cipta), Fajar Riyanto & Asandini Mei Juningrum (ID), ketjilbergerak & RLZT (ID), Komunitas Ledhok Timoho (ID), Lab PEL (Elia Nurvista, Lisistrata Lusandiana, Savytri Puspitasari), Nuraini Juliastuti & Gatari Suryakusuma (ID), Setu Legi (ID), Reinaart Vanhoe (NL), Read-In (Annete Krauss, Laura Pardo, Hyuju Chung, Serena Lee), Setu Legi (ID), Simon Kentgens (NL), Wok the Rock & @plesirseni (ID).

In conjuction with the public presentation, a discursive gathering “Conversation Across Commons” will be also held between 16th-18th March 2015, also in JNM. The set of activities are all free for public thanks to the generous support of ArtsCollaboratory

Click here for further details

 

Versi Bahasa Indonesia

Kami mengundang anda untuk datang ke pembukaan presentasi publik “Made in Commons: Indonesian Iteration” di Jogja National Museum. Acara ini akan dibuka tanggal 13 Maret 2015 dan akan berlangsung setiap hari kerja sampai dengan 25 Maret 2015

Peristiwa ini merupakan satu upaya menandai, merepresentasikan dan merefleksikan proses setahun melakukan investigasi kritis atas/melalui commons melalui rangkaian percakapan, baca bersama, riset aksi, residensi seniman dan praktik-praktik sosial yang dilakukan seniman, kelompok seniman, peneliti, aktivis, dan anggota komunitas.

Disiapkan sebagai gerbong kedua dari proyek jangka panjang Made in Commons yang pertama kali disajikan di Stedelijk Museum Bureau Amsterdam (SMBA) pada 2013, versi 2.0 ini menekankan pada proses penciptaan peristiwa bersama dan dicurahkannya semua sumber daya yang dikerahkan para aktor yang terlibat ke proses iterasi peristiwa-peristiwa tersebut. Berbagai hal tersebut di(re-)produksi melalui pengorganisasian aktor dan aksi secara metodologis seputar pendekatan durasional dan temporal dalam menteorikan dan mempraktikkan commons.

Daftar partisipan dari acara yang dikurasi Syafiatudina dari KUNCI Cultural Studies Center ini meliputi: Artlab ruangrupa (Hauritsa, Angga Cipta), Fajar Riyanto & Asandini Mei Juningrum (ID), ketjilbergerak & RLZT (ID), Komunitas Ledhok Timoho (ID), Lab PEL (Elia Nurvista, Lisistrata Lusandiana, Savytri Puspitasari), Nuraini Juliastuti & Gatari Suryakusuma (ID), Setu Legi (ID), Reinaart Vanhoe (NL), Read-In (Annete Krauss, Laura Pardo, Hyuju Chung, Serena Lee), Setu Legi (ID), Simon Kentgens (NL), Wok the Rock & @plesirseni (ID).

Sebagai pelengkap acara presentasi publik ini, akan dilakukan percakapan mendalam bertajuk “Percakapan Lintas-Commons” yang akan diselenggarakan pada 16-18 Maret 2015, juga di JNM. Seluruh aktivitas ini gratis untuk umum berkat sokongan ArtsCollaboratory.

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in