Klub Numpang Baca

Dua gadis duduk membaca di atas reruntuhan pesawat bom Nazi yang jatuh di dekat rumah mereka. Hak cipta non-komersil milik Imperial War Museum, nomor katalog HU 106837.

Seperti ikan remora dan ikan hiu. Seperti bunga benalu dan pohon kayu. Seperti kerbau dan burung jalak. Seperti jamur dan lumut kerak. Selalu ada ekonomi antara yang dibaca dan yang membaca. Ikut kami, berenang di laut ide-ide dalam dan dangkal, bercokol di ranting kata-kata lumrah dan tak lumrah. Ikut kami, mematuki kutu-kutu di punggung buku, mengelupasi kerak-kerak di dinding ilmu.

Klub Numpang Baca menyusun rute-rute spekulatif yang mempertemukan riuh rendah makna dalam teori dan wacana dengan hingar bingar suasana di ruang privat dan publik sebuah kota. Perjalanan akan kita tempuh dengan menumpang pada bahu raksasa pengetahuan-pengetahuan yang terdahulu, dengan bimbingan kenyamanan atau ketidaknyamanan yang dapat ditawarkan oleh suatu tempat.

Lambaikan selamat tinggal pada tubuh dan teks yang menyuapimu dengan petuah-petuah pengetahuan, pada mereka yang menghilangkan keheranan dalam jalan cerita. Bukan, kepala kita bukan pusat segala-galanya. Tapi jangan biarkan pembedaan antara yang belum tahu dan yang lebih tahu menghalangimu untuk berpikir. Keingintahuan tinggal satu-satunya alasan untuk menjelaskan keadaan kita. Tidak perlu terburu-buru. Alamat yang kita tuju adalah ruang-ruang sementara, di mana tindak membaca bersama dapat dicetuskan sebagai sebuah peristiwa sosial.

 

Jadwal Klub Numpang Baca edisi Maret – April 2017

Di taman

Waktu: Rabu, 8 Maret 2017, Pk. 15.00 – Pk. 17.00

Lokasi: Area bawah jembatan layang Lempuyangan

Bacaan:

Abdoumaliq Simone, “People as Infrastructure: Intersecting Fragments in Johannesburg,” Public Culture, Fall 2004 16(3), pp. 407-429

Blue Scholars, “Life and Debt,” Blue Scholars (studio album), self-released, 2004.

Stefano Harney and Fred Moten, “Planning and Policy,” The Undercommons: Fugitive Planning and Black Study, New York: Minor Compositions, 2013, pp. 70-83.

 

Di museum

Waktu: Jumat, 17 Maret 2017, Pk. 15.00 – Pk. 17.00

Lokasi: Museum Angkatan Darat Dharma Wiratama

Bacaan:

Afrizal Malna, “Toko bekas bahasa A dan B,” Museum Penghancur Dokumen, Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca, 2013, pp. 8-9.

Ann Laura Stoler, “Habits of a Colonial Heart,” Along the Archival Grain, Epistemic Anxieties and Colonial Common Sense, New Jersey: Princeton University Press, 2009, pp. 57-104.

 

Di dapur

Waktu: Rabu, 29 Maret 2017, Pk. 22.00 – Pk. 24.00

Lokasi: dapur rumah Itta S. Mulia

Bacaan:

Cyntha Hariadi, “Biar Ayah Saja,” “Kosong,” “Duduk dan Berpikir,” Ibu Mendulang Anak Berlari, Jakarta: Penerbit Gramedia, 2016, pp. 22-23, p.53.

Dolores Hayden, “Domestic Space in Fictional Socialist Cities”, and “Public Kitchens, Social Settlements and the Cooperative Ideal”, The Grand Domestic Revolution, Massachussets: MIT Press, 1982, pp. 135-149, pp. 150-179.

 

Di pasar

Waktu: Senin, 10 April 2017 Februari Pk. 19.00 – 21.00

Lokasi: pasar Niten Klithikan

Bacaan:

Anna Tsing, “The Art of Noticing,” Mushroom At The End of The World: On The Possibility of Life in Capitalist Ruins, New Jersey: Princeton University Press, pp.17-25.

James Clifford, “Museum as Contact Zones,” Routes, Travel and Translations in the Twentieth Century, Massachusets: Harvard University Press, 1997, pp.188-219.

 

Di pos ronda

Waktu: Kamis, 20 April 2017, Pk. 15.00 – Pk. 17.00

Lokasi: Pos Ronda Perumahan Surya Asri, Minggiran

Rudolf Mrazek, “Mari Menjadi Mekanik Radio” Engineer of Happy Land, Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme di sebuah Koloni (trans. Hermojo), Jakarta: Penerbit Obor, 2006, pp. 221-259.

Walter Benjamin, “Reflections on Radio, ”Radio Benjamin (ed. Lecia Rosenthal, trans. Jonathan Lutes, et.al), London: Verso, 2014, pp. 363-364.

 

Di atas kereta

Waktu: Senin, 30 April 2017, Pk. 12.00 – Pk. 15.00

Lokasi: Perjalanan bolak balik Jogja – Solo di atas kereta Prameks

Bacaan:

Filippo Tomasso Marinetti, “The Founding and Manifesto of Futurism,” dalam Apollonio, Umbro, ed. Documents of 20th Century Art: Futurist Manifestos. Brain, Robert, R.W. Flint, J.C. Higgitt, and Caroline Tisdall, trans. New York: Viking Press, 1973, pp. 19-24.

Franco Berardi, “Manifesto of Post-Futurism”, After the Future, Edinburgh: AK Press, 2011, pp. 128-129.

 

Catatan teknis:

– Klub Numpang Baca diinisiasi oleh KUNCI Cultural Studies Center, Yogyakarta. Klub Numpang Baca bukan seri ceramah atau forum diskusi yang terspesialisasi pada satu topik / disiplin ilmu. Klub ini tidak menjadikan bahan bacaan sebagai altar pengetahuan. Yang ditekankan adalah hubungan antara pengalaman membaca dengan pengetahuan yang dibaca. Klub ini bereksperimen dengan ketinampilan pengetahuan dan metode membaca yang bersifat meruang dan menubuh.

– Kegiatan Klub Numpang Baca terbuka untuk umum dengan pendaftaran sebelumnya ke editor@kunci.or.id. Kirimkan e-mail dengan subjek ‘Daftar Numpang’, cantumkan nama lengkap dan nomor HP. Pendaftaran ditutup 2 hari sebelum setiap tanggal kegiatan.

– Bahan bacaan (PDF) dan detail peta lokasi akan dikirimkan setelah mendaftar. Waktu dan lokasi dapat berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan minimal 2 hari sebelumnya.

– Kunci menyediakan bundel bahan bacaan edisi Maret – April 2017 dengan mengganti biaya penggandaan.

– Pertanyaan lebih lanjut bisa dilayangkan ke editor@kunci.or.id.

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in