Kapitalisme dan Skizofernia: Nicola Morton Membaca Anti-Oedipus

Senin, 27 Juni 2011, 15.00 WIB
di KUNCI Cultural Studies Center
Jl. Nagan Lor No.17, Patehan, Yogyakarta

“Kapitalisme dan Skizofrenia” akan lebih menyenangkan ketimbang berbaring di bangku seorang psikoanalis. Presentasi ini akan mengekplorasi teori kritis yang menginspirasi performance Nicola Morton, “The Shamanic Death of Capitalism”, 24 Juni 2011 di Jogja National Museum. Presentasi ini akan mendiskusikan konsep-konsep yang diambil dari buku panduan anti-fasis karya Deleuze dan Guattari, Anti-Oedipus (1972): Ketakberhinggaan arus dalam sirkuit mesin hasrat, Skizoanalisis, serta Revolusi dan Skizofrenia sebagai sebuah model baru estetika. Peserta akan terlibat dalam aktivitas menyusun sandi (to code), membaca sandi (decode), dan menyusun ulang sandi (recode) sembari menyantap, duduk, dan memuntahkan beberapa gagasan yang paling sulit, paling revolusioner, yang pernah ada. Siapkan diri Anda dengan pemikirian rizomatis dan hajar habis kapitalisme!

Nicola Morton saat ini tinggal dan bekerja di Performance Klub untuk program residensi Asialink. Nicola adalah seniman lintas-disiplin dan bekerja secara internasional melalui new media, performance art, dan aktivisme. Sebelumnya dia telah menyelenggarakan beberapa lokakarya kreatif tentang kecerdasan buatan (2009), perjalanan melintasi waktu (2010), dan benturan besar hadron (2011). Dia juga menyusun tulisan-tulisan kritis tentang Wagner dan monumentalitas (2010), musik bising feminis pascamodern (2004), dan penyelidikan fenomenologis atas objek-objek pikiran (2009).

Capitalism and Schizophrenia:
Nicola Morton Reads Anti-Oedipus

“Capitalism and Schizophrenia” is more fun than lying on a pyschoanalyst’s couch. This presentation explores the inspiring critical theory behind Nicola Morton’s performance from June 24 at JNM, “The Shamanic Death of Capitalism.”  Concepts discussed from Deleuze & Gauttari’s anti fascist manual Anti-Oedipus (1972) are – The Multiplicity of Flows in the Desiring Machines Circuit, Schizoanalysis and the Revolution and Schizophrenia as a New Aesthetic Model. Participants collaborate in hands-on activities to code, decode and recode whilst eating, shitting and vomitting some of the heaviest, most revolutionary thought from our time. Arm yourself with rhizomatic thinking and push capitalism to the limit!

Nicola Morton is currently a resident at Performance Klub for Asialink’s Residency Program. She is a cross-disciplinary artist and works internationally in new media, performance art and activism. She has previously conducted creative workshops on artificial intelligence (2009), time travel (2010) and large hadron colliders (2011), and writes critically on Monumentality and Wagner (2010), Postmodern Feminist Noise Music (2004) plus for the magazine, “Mind Objects: A Phenomenological Inquiry” (2009).

Gambar diambil dari karya milik Richard Lindner, berjudul Boy With Machine (1954). The picture was taken from Richard Lindner’s painting, Boy With Machine (1954).

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in