Kelestarian sekolah: Merawat jaringan, organisasi dan pembelajaran kolektif

Pupils in Batavia or surroundings in the Dutch East Indies in the thirties. Source: hiveminer.com

(English Version below)
Sabtu, 3 Februari 2018
Pk 15.00 – 18.00
Di KUNCI Cultural Studies Center

KUNCI mengundang anda untuk bergabung dalam diskusi terbuka antara empat inisiatif pembelajaran alternatif yang bernaung dalam jaringan Arts Collaboratory: School of Commons – Ker Thiossane (Dakar), RAW Académie – RAW Material Company (Dakar), Institut ruangrupa – ruangrupa (Jakarta) dan Sekolah Salah Didik – KUNCI (Yogyakarta). Acara ini merupakan momen publik yang merangkum rangkaian pertemuan internal kami pada 29 Januari – 2 Februari 2018. Pertemuan ini dirancang sebagai upaya untuk merawat dan memanfaatkan jaringan trans-lokal, serta sebagai bentuk evaluasi atas praktik pembelajaran kolektif yang telah ditempuh masing-masing inisiatif sekolah.

Kami berharap diskusi ini dapat menjadi ruang berbagi strategi keberlanjutan kerja-kerja pendidikan alternatif dari masing-masing konteks lokal yang ada, berangkat dari pertanyaan bagaimana agar pengelolaan sekolah dapat melanjutkan dan mengembangkan ide, praktik serta komitmen belajar bersamanya?

(English version)
Public Gathering and Discussion
On maintaining school, organization, network and other forms of collective learning

Saturday, 3rd February 2018
3 PM to 6 PM
at KUNCI Cultural Studies Center

We cordially invite you to join a public discussion between four study initiatives from Arts Collaboratory network: School of Commons – Ker Thiossane (Dakar), RAW Académie – RAW Material Company (Dakar), Institut ruangrupa – ruangrupa (Jakarta) and School of Improper Education – KUNCI (Yogyakarta). This event encapsulates the string of internal meetings and visits in Jogja from 29 January – 2 February 2018, which strives to maintain and make use our trans-local network for evaluating the practice of collective study that each organizations have initiated. Departing from the elicit question: how can a self-organized school sustain, develop and share its ideas, practice and commitment to study together, we hope this discussion can be a space for sharing strategies in maintaining alternative education initiatives.

The discussion will be held in English and Bahasa Indonesia with the assistance of simultaneous translators.

Agenda Lokakarya
Merakit Sendiri Powerbank Berkekuatan Surya
Jumat, 2 Februari 2018
Pk 15.00 – Pk. 18.00 WIB
di Lifepatch, Jl. Tegal lempuyangan DN III, Bausasran, Danurejan, Yogyakarta

Bagaimana agar teknologi yang dipelajari bersama dapat bermanfaat bagi kedaulatan dan kemandirian kita dalam hidup sehari-hari? Lokakarya ini akan dipandu oleh Moudou Ngom dari fablab Defko Ak Niep, Ker Thiossane (Dakar, Senegal) dan Andreas Siagian dari Lifepatch yang akan berbagi teknik dan pengetahuan untuk merakit powerbank berkekuatan surya. Tidak dibutuhkan keahlian spesifik tentang teknologi untuk mengikuti workshop ini. Kegiatan ini bebas biaya dan diorganisir bersama dengan Lifepatch. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan ini.

(English Version)
Workshop Agenda
Build your own solar powerbank: workshop with Modou Ngom from Kër Thiossane, Senegal
Friday, 2nd February 2018
3 PM to 6 PM
at Lifepatch, Jl. Tegal lempuyangan DN III, Bausasran, Danurejan, Yogyakarta

How can studying technology together contribute to our sovereignty in daily life? In this workshop, we will learn how to build a solar powerbank from Modou Ngom of fablab Defko Ak Niep of Kër Thiossane (Dakar, Senegal) and Andreas Siagian of Lifepatch. No specific technological skill is needed to join this workshop. This event is free of charge and co-organized with Lifepatch. Registration for this workshop can be done via this link.

Organization Profile///Profil Organisasi
Arts Collaboratory is a translocal network consisting of over 23 diverse organizations across the globe focused on art practices, processes of social change, and working with broader communities beyond the field of art. Functioning as a meeting point, Arts Collaboratory is where these organizations can share knowledge, collaborate on projects, and build emotional and financial support together. As an ecosystem it is a process of collective study and practice on the self-sustainability, self-determination and interdependence through radical imagination./// Arts Collaboratory adalah sebuah jaringan translokal yang terdiri dari 23 organisasi dengan bermacam-macam latar belakang di berbagai belahan dunia dan berfokus pada praktik seni, proses transformasi sosial, dan kerja komunitas yang lebih luas, melampaui batasan seni. Berfungsi sebagai titik pertemuan, Arts Collaboratory adalah tempat di mana organisasi dapat berbagi pengetahuan, melakukan proyek kolaboratif, dan membangun dukungan emosional serta finansial bersama. Sebagai sebuah ekosistem, jaringan ini merupakan proses pembelajaran kolektif serta praktik keberlanjutan dan penentuan sikap yang mandiri melalui imajiansi radikal.

Kër Thiossane is a cultural space for artistic and civic imagination, dedicated to social and artistic innovation. After two years working specifically on the thematic of commons, in 2014, Kër Thiossane launched in a public space, next to its centre, a School of the Commons. Centered on an Art Garden and Fablab, the school enables the improvement of the methodologies of discussion and self-organization that activate the collective management of common property. /// Kër Thiossane adalah sebuah ruang budaya untuk imajinasi artistik dan kewarganegaraan, dengan dedikasi pada inovasi sosial serta artistik. Setelah dua tahun bekerja secara spesifik pada tema commons, di tahun 2014, Kër Thiossane meluncurkan School of Commons, yang berlokasi di sebuah ruang publik, di samping bangunan organisasinya. Sekolah yang berpusat pada Art Garden dan Fablab, bertujuan untuk mengembangkan metodologi diskusi dan pengorganisasian mandiri yang mengaktifkan pengelolaan kolektif atas properti bersama.

RAW Material Company is a center for art, knowledge and society. The underlying rationale of its program is the firm belief in visual arts as a potent tool capable of shifting perspectives, igniting engagement for art practices as a viable path for social and political transformation. Since 2016, RAW Material Company runs a study programme entitled RAW Académie. RAW Académie is an experiential residential study programme for the research and study of artistic and curatorial practice and thought. The programme takes place over 8 weeks in Dakar. It is dedicated to a lively reflection on artistic research, curatorial practice and critical writing. /// RAW Material Company adalah sebuah pusat seni, pengetahuan dan kemasyarakatan. Alasan di balik program-programnya adalah kepercayaan bahwa seni visual memiliki potensi sebagai alat yang mampu menciptakan pergeseran perspektif, mendorong keterlibatan praktik seni sebagai jalan untuk transformasi sosial serta politik. Sejak tahun 2016, RAW Material Company menjalankan program studi bernama RAW Académie. RAW Académie adalah program studi berbasis proses dengan fokus pada penelitian dan pembelajaran berbagai pemikiran serta praktik artistik dan kuratorial. Program ini berjalan selama 8 minggu di Dakar dan didedikasikan untuk refleksi yang kaya atas riset artistik, praktik kuratorial, dan penulisan kritis.

Ruangrupa is an artists’ initiative established in 2000 by a group of artists in Jakarta. It is a not-for-profit organization that strives to support the progress of art ideas within the urban context and the larger scope of the culture, by means of exhibitions, festivals, art labs, workshops, research, and journal publication. Institut ruangrupa is an unaccredited, non-degree-granting educational wing with no fixed curriculum. This institut is the recent attempt of ruangrupa to conquer new challenges in the realm of education, through the collective’s programs to examine of the existing artists’ collective mode of operation as both tool and method for knowledge production. /// Ruangrupa adalah sebuah inisiatif seniman yang dibentuk pada tahun 2000 oleh sekelompok seniman di Jakarta. Organisasi nirlaba ini bertujuan untuk mendukung kemajuan ide-ide seni dalam konteks urban dan budaya secara luas, melalui pameran, festival, laboratorium seni, lokakarya, penelitian dan penerbitan jurnal. Institut ruangrupa adalah pendidikan seni rupa yang tidak terakreaditasi, tidak memberikan gelar apa pun, dan tidak memiliki kurikulum yang pasti. Institut ini merupakan upaya terbaru ruangrupa untuk menaklukan tantangan-tantangan terkini di ranah pendidikan seni, melalui program-programnya untuk memeriksa moda kerja kolektif seniman sebagai alat dan metode untuk produksi pengetahuan.

Lifepatch is an initiative of citizens in art, science and technology with cross-disciplinary approach formed in March 2012. Lifepatch invites members and anyone involved in its activities to research, explore, and develop the presence of technology, natural resources, and human resources in the surrounding area. Citizen initiatives are chosen to provide a wider space for the diversity of member practices and spur the creativity of each member in a roll in a collaborative activity. /// Lifepatch adalah inisiatif warga di seni, sains dan teknologi yang dibentuk pada bulan Maret 2012. Berpijak pada inisiatif warga dalam seni, sains, dan teknologi, Lifepatch mengajak para anggota dan siapapun yang terlibat dalam aktivitasnya untuk meneliti, menggali, dan mengembangkan kehadiran teknologi, sumber daya alam, dan sumber daya manusia di daerah sekitarnya. Inisiatif warga dipilih untuk memberi ruang lebih luas bagi keberagaman praktik anggotanya dan memacu kreatifitas masing – masing anggota dalam berperan dalam sebuah aktivitas kolaborasi.

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in