Diskusi Buku Memuliakan Penyalinan: Tentang Montase dan Esensi

Hoch-Cut_With_the_Kitchen_Knife

Kamis, 25 September 2014, pukul 16.00 WIB
di KUNCI Cultural Studies Center
Jalan Ngadinegaran MJ III/100

KUNCI mengundang anda untuk bergabung dalam diskusi buku karangan Marcus Boon yang diterbitkan dan diterjemahkan oleh KUNCI Cultural Studies Centre dengan judul Memuliakan Penyalinan. Buku ini berbicara tentang keberadaan proses penyalinan yang sudah menjadi dasar hidup masyarakat. Diskusi buku yang dipandu oleh Gatari Surya Kusuma dan Eri Rama Putra (siswa magang dari Jurusan Fotografi, ISI Yogyakarta) akan membahas bab kelima di buku Memuliakan Penyalinan yang berjudul Montase.

Montase merupakan kesatuan dari tiap-tiap potongan yang memiliki esensi. Montase dapat berupa karya seni, seperti kolase atau peristiwa. Contoh montase dalam bentuk peristiwa adalah ketika sekelompok seniman menginisiasi pameran bersama dengan tema tertentu tanpa menghilangkan gaya dan karakter tiap individu. Diskusi ini secara khusus akan membahas aspek esensi dalam montase. Kapankah pertama kali menjadi jelas dalam seni modern bahwa montase bukan sekedar teknik estetika tertentu? Bagaimana montase bisa terjadi ketika tidak ada esensi?

Buku Memuliakan Penyalinan merupakan hasil lokakarya penerjemahan KUNCI tahun 2012 ini diterbitkan atas dukungan Ford Foundation Indonesia sebagai bagian dari proyek “Konvergensi Media dan Teknologi di Indonesia”. Buku Memuliakan Penyalinan dapat diunduh melalui tautan ini.

Gambar di atas di ambil dari karya kolase Hannah Höch, seniman Dada asal Jerman, berjudul Cut with the Kitchen Knife through the Beer-Belly of the Weimar Republic, 1919.

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in