Creation and Intervention: Althusser & Deleuze’ Materialist Epistemology

professor-challenger

di KUNCI Cultural Studies Center, Jl Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta

Hari Sabtu, 31 Januari 2015, jam:15.00 WIB -selesai

(scroll down for English version)


Kami mengundang anda untuk hadir pada presentasi Brigitta Isabella seputar tesis masternya di Kings College, London, mengenai relasi produktif antara filsafat dan sains dalam epistemologi Althusser dan Deleuze. Sebagai cabang filsafat yang memelajari teori-teori pengetahuan, epistemologi berurusan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan asal, metode dan batas dari pengetahuan. Apakah praktik filsafat, khususnya filsafat materialis, mampu menawarkan suatu perangkat konseptual untuk menjangkau pengetahuan obyektif? Filsafat dan sains memiliki hubungan yang kuat karena keduanya sama-sama berkomitmen untuk mencapai pengetahuan obyektif, tapi pertanyaannya, apakah relasi ini eksternal atau internal? Apakah filsafat adalah bagian dari sains, ataukah sains inheren dalam filsafat, atau justru sains dan filsafat terpisah sama sekali antara satu sama lain?

Presentasi kali ini akan mengelaborasi pertanyaan-pertanyaan di atas melalui diskusi tentang perspektif baru epistemologi materialis dalam karya-karya Althusser dan Deleuze. Buah pikir kedua filsuf ini bukan hanya telah merekonsiliasi tegangan antara rasionalisme dan empirisme dalam relasi antara sains dan filsafat, tapi juga menawarkan gagasan-gagasan baru bagi praktik filsafat yang radikal, yang sanggup menjadi relevan dalam denyut perkembangan teori-teori kontemporer.

(English version)

We invite you to a sharing by KUNCI’s Brigitta Isabella who has just completed her master thesis at Kings College, London on the productive relation between philosophy and science in the epistemology of Louis Althusser and Gilles Deleuze. As a branch of philosophy that studies the theory of knowledge, epistemology deals with problems related to the nature, methods and limits of knowledge. Does the practice of philosophy, particularly materialist philosophy, could offer a conceptual tool to attain objective knowledge? Philosophy and science maintain a close relationship because they share a commitment in pursuing objective knowledge, but the question is, is this relation external or internal? Does philosophy belong to science, is science inherent in philosophy, or are science and philosophy independent of each other?

The presentation will discuss Althusser and Deleuze’s new perspectives on materialist epistemology, which not only reconciles the tension between rationalism and empiricism in the relation between science and philosophy, but also puts forward new ideas for a radical practice of philosophy that is still relevant for contemporary theoretical endeavour.

The event will be conducted in Indonesian.

 

Submit your comment

You must be logged in to post a comment.

KUNCI Cultural Studies Center • Licensed under Creative Commons BY-NC-SA

Log in