Jompet berbicara tentang Jompet
“Java’s Machine Phantasmagoria” merupakan hasil pemikiran terkini Jompet tentang Jawa, identitas, dan ‘liyan’–sebuah tema yang telah menjadi bahan bakar bagi kerja-kerja kesenimanannya selama lima tahun terakhir.
Wendelien van Oldenborgh on No False Echoes
Wendelien van Oldenborgh has been using a historical text, as well as people participation, as a basis for her art work production. In “No False Echoes”, she uses the famous text “Als Ik eens Nederlander was” (Seandainya Aku seorang Belanda) to reflect on the meaning of colonialism, and the memory relationship between the Netherlands and Indonesia.
Catatan Sejarah Indonesia: Sebuah Perspektif Perancis Oleh REMY MADINIER
Lewat karya gigantik “Nusa Jawa Silang Budaya”, Denys Lombard merupakan salah satu sejarawan Perancis yang dikagumi para intelektual Indonesia. Bagaimana ilmu sejarah Perancis berperan dalam dan berhubungan dengan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia? Remy Madinier (IRASEC/EFEO) membagi pengalamannya kepada kita semua.
The Tielman Brothers, Sebuah CD, dan Kearsipan Kita Oleh EKKY IMANJAYA
“Halo Amsterdam,” sapa Andy Tielman kepada ribuan warga Belanda. Massa pun menyambut dengan tepuk sorak. Dan Rayuan Pulau Kelapa pun terlantun dari mulutnya, diiringi Rene Van Barneveld (alias Tres Manos dari Urban Dance…
Yogya yang Cepat dan Semakin Cepat Oleh FERDIANSYAH THAJIB
Kecepatan (baca: terburu-buru) adalah pemandangan yang relatif baru di jalan-jalan kota Yogyakarta. Pada perjumpaan awal saya dengan kota ini di pertengahan tahun 1990-an, suasana lengang dan santai kental mewarnai aktivitas sehari-hari. Ritme keseharian…
Beberapa Catatan Mengenai Perkembangan Organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia Oleh BENNY G. SETIONO
Pemikiran Benny G.Setiono tentang perkembangan organisasi-organisasi Tionghoa di Indonesia. Pidato dibacakan pada Wertheim Lecture Universiteit van Amsterdam, Juni 2009.
Sepenggal Kisah Miss Riboet Orion dan Dardanella Oleh FANDY HUTARI
Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella. Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang…
Seminar “Purloined Letter” (Bagian I dari IV), Jacques Lacan
Telaahan kita sebelumnya telah mengantarkan kita pada suatu pemahaman bahwa dasar dari otomatisme repetisi [2] (repetition automatism) terletak pada rantai signifying yang terus bertahan.
Seminar “Purloined Letter” (Bagian II dari IV), Jacques Lacan
Dialog pertama antara Prefek Polisi dan Dupin adalah semacam dialog antara yang tuli dan yang mendengar. Dalam cerita dipaparkan bagaimana jika segala sesuatu yang biasanya disederhanakan tapi disampaikan dalam kerumitan yang riil, maka hasil yang diperoleh adalah suatu kekacauan dalam konteks komunikasi.
Seminar “Purloined Letter” (Bagian III dari IV), Jacques Lacan
Marilah kita lihat secara lebih dekat pada apa yang terjadi dengan polisi, semua prosedur pencarian sudah dilakukan dalam proses penyelidikan mereka, membagi ruang-ruang menjadi petak-petak sehingga tak ada satupun tumpukan yang tak terdeteksi.
Seminar “Purloined Letter” (Bagian IV dari IV), Jacques Lacan
Dengan ini dapat kita lihat pergeseran imajiner antar karakter, yaitu ketika Menteri terlibat hubungan narsisistik tanpa ia sadari. Dikatakan oleh narator bahwa ” Kekuasaan Menteri, demikian menurut ceritanya, tergantung pada pengetahuan pencuri atas pengetahuan si pecundang tentang sang pencuri”.
Avatar: “Visualizes yourself!” (Estetika Populer dan Identitas dalam Technoculture)
Bagaimana estetika harus diperbincangkan dalam konteks masyarakat dimana perkembangan teknologi yang tidak hanya mengubah kebiasaan hidup sehari-hari, tetapi juga formasi struktur sosial?
Eksperimen Bahasa dalam komik DagingTumbuh: “Cobalah antri membeli tiket dan lihat keanehan di dalam”
Oleh Nuraini Juliastuti Apakah dagingtumbuh atau the dagingtumbuh itu? Daging yang tumbuh di dataran kulit tubuh. Tampak menonjol. Mungkin juga terasa mengganggu bagi yang memiliki daging tumbuh, atau bagi yang melihatnya. Sejenis…
Persahabatan sebagai Jalan Hidup, Wawancara dengan Michel Foucault
T: Anda berusia 50′an. Anda juga pembaca “Le Gai Pied” yang sudah beredar selama 2 tahun belakangan. Apakah diskursus macam ini menurut Anda punya dampak positif bagi Anda sendiri? F: Bahwa majalah seperti…
Indis dalam Indonesia Masa Kini
Oleh Nuraini Julisatuti Sebelum Jepang datang, atau suatu periode yang disebut sebagai masa “bersiap”, secara umum bisa dikatakan bahwa golongan indo: baik mereka yang berkelahiran Eropa dan tinggal di Hindia, atau mereka yang…
Dayang Sumbi Bertemu Cinderella: Kode Feminitas dalam Seni Visual Indonesia
Oleh Nuraini Juliastuti Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai risalah lengkap tentang seniman perempuan Indonesia dan karya-karyanya. Akan lebih baik untuk memandang tulisan ini sebagai tulisan awal saja. Mungkin banyak nama dan karya…
Perlahan adalah Kecepatan yang Baru
Oleh Ferdiansyah Thajib Terkesan seperti sebuah slogan iklan komoditas gaya hidup, judul tulisan di atas adalah bagian dari ungkapan yang muncul dari pergeseran pemaknaan global atas cepat/lambat. Keduanya acap disandingkan, bahkan dipertentangkan, sebagai…
Membaca Gayatri Chakravorty Spivak
Oleh Maria Hartiningsih dan Ninuk Mardiana Pambudy Ia dikenal sebagai ahli teori-teori post kolonial. Lebih khusus sebagai ahli kajian subaltern (subaltern studies), setelah esai panjangnya “Can Subaltern Speak” pada tahun 1983 terbit dan…
The Babbling Art
An evening, Popok Triwahyudi came to my house with a mountain-sized question, what is the role of art for the people? I wondered whether he is serious or joking with such a question. I thought it’s rather surprising. How could, in these days, an artist, and even a contemporary artist, ask a question about his role for the people? Hence, I gave him a question, which artist and which art that you mean? He said, of course the artist and their works we often see in galleries and be published in Sunday papers. In brief, the contemporary artists… Oh, I see. Then I asked him more question, which people? He replied, surely the common people, the ordinary ones we meet in kampongs. Then I said to him, if that is the case, the answer is clear: the role is absent! We know that it’s difficult for most people to understand and appreciate artworks exhibited in contemporary art galleries. What hey know is that art is usually used for entertainment, commemorating a moment or someone worthy of remembrance. That’s the concept of beauty in people’s mind. Hence beautiful, more or less, should also be effective and efficient.
Centre and Periphery
By Nuraini Juliastuti The well-known Indonesianist, Benedict Anderson, offers an interesting term concerning the concept of “center”. For him, “center” is like an image of a cone of light, which beams from top…













